Kesehatan

Obsesi Pola Makan Sehat Belebihan, Bisa Jadi Kamu Tergolong Ortoreksia, Kenali Bahayanya

Mengganti bekal donat dengan semangkuk salad memang baik bagi mereka yang berkomitmen menjalani pola makan sehat.

Obsesi Pola Makan Sehat Belebihan, Bisa Jadi Kamu Tergolong Ortoreksia, Kenali Bahayanya
Google/ Tribun Jogja
Ilustrasi Pola Makan Sehat 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengganti bekal donat dengan semangkuk salad memang baik bagi mereka yang berkomitmen menjalani pola makan sehat.

Tapi, ketika keinginan makan donat tersebut menyebabkan rasa kecemasan atau makan salad menjadi kegiatan yang obsesif sampai menyebabkan kita melewatkan kegiatan sosial atau pekerjaan, maka kemungkinan itu termasuk sebuah obsesi tidak sehat.

Dalam beberapa tahun terakhir, para psikolog menyadari bahwa banyak orang menerapkan pola makan sehat secara berlebihan, yang akhirnya mengganggu kesejahteraan hidup mereka.

Kondisi tersebut dikenal dengan terminologi Orthorexia nervosa, mendeskripsikan obsesi patologis dengan makan sehat atau pola makan bersih (clean eating).

Orang dengan kondisi orthoreksia menghindari jenis makanan tertentu yang tidak ada dalam daftar makanan sehat mereka.

Pola makan ini bisa menjadi sangat ketat dan berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Meski begitu, orthoreksia tidak ada dalam daftar gangguan makan atau penyakit mental yang didiagnosa para psikolog.

Selain itu, belum banyak penelitian ilmiah terkait topik ini. Namun, National Eating Disorders Association telah membahasnya.

Para pakar seperti psikolog Kasey Goodpaster, PhD mengatakan bahwa pembahasan mengenai fenomena ini terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Obsesi dengan makan bersih adalah manifestasi dari budaya diet yang menekankan bahwa obsesi memiliki tubuh seringkali dibungkus dengan hasrat untuk sehat," katanya.

Halaman
123
Editor: Euis Ratna Sari
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved