Berita Baturaja

Ayahnya Jadi Korban Tabrak Lari, Pria Kerja Buruh Bangunan Ini Habiskan Uang Jutaan Biaya Pengobatan

Ia diserempet mobil di Jalan Lintas Baturaja-Muaradua, OKU Selatan, Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Selasa (23/10/2018)

satelitnews.co
Ilustrasi kecelakaan motor 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - S (64 tahun) warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sosoy Buay Rayab, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terbaring di ruangan RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja, Jumat (26/10/2018).

Ia harus mengalami perawatan di rumah sakit tersebut lantaran diduga menjadi korban tabrak lari.

Sesuai pengakuan korban, tabrak lari itu terjadi sehabis ia membeli makanan burung di Baturaja.

S diserempet oleh mobil yang platnya belum diketahui di Jalan Lintas Baturaja-Muaradua, OKU Selatan, Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 08.30 Wib.

Baca: Pentingnya Fungsi Akte Kematian untuk urus Asuransi dan BPJS, Ini Syarat dan Prosedur Pembuatan

Baca: PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Dukung Keahlian dan Wawasan Siswa SMK PGRI 2 Palembang

Akibatnya, sepeda motor Supra X 125 Cc warna hitam yang dikendarai korban terpental dan korban pun terpelanting ke aspal.

"Gara-gara kecelakaan itu, tulang rusuk dan tangan kanan ayah saya patah sehingga sekarang harus menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja," kata anak korban, Suk (31 tahun) saat ditemui di Ruang Rindu 4, Kamar Kutilang.

Suk menceritakan, pasca mengalami kecelakaan, sampai hari ini pelaku tabrak lari terhadap korban belum menunjukan itikad baiknya.

"Kami benar-benar sedih dibuatnya. Padahal selama dirawat di rumah sakit sudah jutaan uang yang dikeluarkan untuk biaya berobat ayah."

"Itu belum termasuk biaya operasinya. Kami terus terang bingung mau mencari uang kemana," kata pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu dengan nada sedih.

Baca: Jadwal Tes CPNS Prabumulih dan Lokasi Tes, Ini Penjelasan BKD Prabumulih

Baca: Tebus Sepeda Motor dengan Emas Palsu, Pria di Muratara Diamankan Polisi

Suk mengaku, untuk makan sehari-hari saja keluarganya kesulitan memenuhinya. Apalagi harus merogoh kocek puluhan juta untuk biaya operasi korban nanti.

"Ayah saya berobat pakai jalur umum, karena tidak ada kartu BPJS. Karena itu kami kebingungan mencari uangnya," bebernya.

Sukarja berharap, oknum yang menabrak ayahnya dibukakan hatinya agar mau bertanggung-jawab mengobati korban sampai sembuh.

Baca: Jadwal Operasi Zebra 2018 di Palembang, Polisi Incar Pengendara yang Seperti ini

Baca: Tak Hanya Ganti ATM BRI, ATM Bank Mandiri juga Bisa Diganti dengan ATM Chip, Ini Caranya

"Mudah-mudahan bae yang numbur setelah baco berita tentang ayah kami ini dapat terbuka mata hatinya sehingga mau bertanggung-jawab," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved