Berita Prabumulih

Berita Pungli Sertifikat Tanah-Polres Prabumulih Minta Keterangan 6 Saksi dan Peroleh Bukti Kwitansi

Polres Prabumulih telah mengumpulkan beberapa alat bukti seperti kwitansi serta lainnya dan memanggil saksi-saksi yang berkaitan

Berita Pungli Sertifikat Tanah-Polres Prabumulih Minta Keterangan 6 Saksi dan Peroleh Bukti Kwitansi
Tribunnews
Ilustrasi : sertifikat tanah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Prabumulih terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam pembuatan dan pengurusan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau dulunya Prona.

Pungli ini diduga dilakukan oknum pegawai Kantor Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SH SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto SH MH didampingi Kanit Tipikor, Aiptu Jhonladin Siallagan SH kepada wartawan mengungkapkan, saat ini sudah memeriksa lebih dari enam saksi dalam kasus tersebut.

Baca: Gubernur Herman Deru Gandeng BPKP Audit 13 BUMD di Sumsel, Kelompokan Mana Perusahaan Sehat

Baca: Putra Sulung Ahok Nicolas, Ungkap Kondisi Veronica Tan Usai Dicerai Ahok

"Kita sudah periksa sekitar enam lebih saksi, sejauh ini kami terus melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) terkait dugaan pungli itu," ungkap Kasat Reskrim kepada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Menurut Eryadi, selain telah memeriksa sejumlah saksi, pihaknya juga telah mengumpulkan beberapa alat bukti seperti kwitansi serta lainnya dan memanggil saksi-saksi yang berkaitan.

"Nanti kita juga akan memintai keterangan pihak kecamatan karena kan kecamatan berkaitan dengan pengurusan sertifikat itu, sejauh ini baru ada beberapa alat bukti seperti kwitansi telah kami amankan," bebernya.

Disinggung kapan diduga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Gunung Ibul akan dimintai keterangan atau ditetapkan tersangka, Eryadi belum mau berkomentar sejauh itu.

Baca: BERITA LAHAT-Pencuri Embat Mobil Strada Parkir di Halaman Rumah Warga Desa Guru Agung

Baca: 2 Driver Online di Palembang Berkelahi Rebutan Orderan, Rahman Dipukul Sampai Babak Belur

"Jelasnya kita saat ini masih puldata pulbaket, nanti akan diinformasikan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat mengeluhkan terkait pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) atau dulunya Prona diduga dilakukan oknum pegawai Kantor Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Dalam pengurusan PTSL itu warga mengaku ada yang diminta uang jutaan rupiah mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Padahal berdasarkan keterangan pihak BPN kota Prabumulih pengurusan sertifikat melalui program PTSL tidak dipungut biaya namun hanya membayar yang untuk berkas dan materai yang tidak mencapai ratusan ribu. 

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved