Juru Parkir Tewas Kena Peluru Nyasar di Palembang

Penggerebekan satu pelaku kasus pembunuhan yang dilakukan Polsek Pemulutan Polres Ogan Ilir berakhir tragis.

Juru Parkir Tewas Kena Peluru Nyasar di Palembang
SHUTTERSTOCK
ilustrasi tewas 

TRIBUNSUMSEL.COM - Penggerebekan satu pelaku kasus pembunuhan yang dilakukan Polsek Pemulutan Polres Ogan Ilir, Sumatera Selatan berakhir tragis.

Ariansyah alias Ari (23) ditemukan tewas di sekitar rumahnya di Jalan KH Azhari Lorong Alkausar 7 Ulu, Palembang, Sumatera, ketika 14 anggota dari Polsek Pemulutan melakukan penggerebekan tak jauh dari kediaman korban, Senin (8/10).

Baca: Bukan Soal Topik Gempa atau IMF, Indonesia Lawyers Club Selasa (9/10/2018) Bahas Kasus Ini

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, mulanya Polsek Pemulutan sedang mencari pelaku pembunuhan bernama Sukri alias Mamang yang terjadi pada (3/10/2018) lalu.

Baca: Hari Kesehatan Jiwa Dunia, Penanganan Lambat Karena Masih Ada Anggapan Gangguan Jiwa Akibat Santet

Satu rumah tempat bermain biliar di Kelurahan 7 Ulu Palembang yang diduga menjadi lokasi persembunyian Sukri pun didatangi polisi, sekitar pukul 04.00WIB.

Ketika penangkapan berlangsung, beberapa orang yang sedang bermain biliar langsung kocar-kacir melarikan diri hingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan.

Baca: Khabib Nurmagomedov Unggah Foto Pose Begini, Tulis Permintaan Maaf Usai Kalahkan McGregor

“Bahkan ada orang yang mengacungkan senjata tajam sehingga dikeluarkan tembakan peringatan, ada yang melarikan diri dan terdengar suara tembakan lagi. Belum jelas itu tembakan dari siapa, apakah polisi atau warga,” kata Zulkarnain, saat memberikan

Tewas
Tewas ()

keterangan.

Dari penggerebekan itu, polisi gagal menangkap Sukri alias Mamang.

Sekitar pukul 07.30 WIB, mereka mendapatkan laporan dari warga jika ada seseorang yang tewas terkena tembakan.

“Tim sudah diturunkan dari Puslabfor sampai Propam untuk menyelidiki kasus ini, kalau pun ada kesalahan dan benar itu peluru dari polisi akan saya tindak. Jenazah sudah divisum untuk mengambil proyektil di tubuh korban,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help