Berita Palembang
Cuaca di Palembang Tidak Sehat Karena Kabut Asap, Sebaiknya Masyarakat Ikuti Saran BMKG
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keadaan cuaca tanggal 5 Oktober 2018 di pagi hari ini berasap (Smokes)
Penulis: Linda Trisnawati |
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) keadaan cuaca tanggal 5 Oktober 2018 di pagi hari ini berasap (Smokes) dengan jarak pandang (Visibility) 1 Km - 2 Km.
Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan, pagi hari ini berasap dengan jarak pandang 1 Km - 2 Km.
Baca: MotoGP Thailand 2018 : Duo Yamaha Tercepat di Sesi Latihan Bebas Pertama, Awal Kebangkitan?
Secara klimatologis Data HTH (Hari Tanpa Hujan) yang telah dibuat pada 10 hari terakhir ini Kota Palembang dan Kabupaten sekitarnya belum mendapatkan curah hujan cukup.
Baca: 6 Fakta Rudy Wowor -- Aktor Legendaris Indonsia yang Dikabarkan Meninggal Dunia Hari Ini
Prakiraan curah hujan di bulan September Dasarian 3, kurang dari 50mm yang artinya sangat berpotensi kekeringan terjadi di hutan dan lahan.
Baca: Mobil Yaris dan New Fortuner Rp 50 Juta, Kini Flash Sale Seva.id Jual BMW X1 Xline, Cek Caranya
Namun demikian sejauh ini Tim Satgas Karhutla Sumsel telah berusaha semaksimal mungkin untuk Sumsel zero asap.
"Berdasarkan data Pantauan Alat Konsentrasi Udara PM 10 Staklim Palembang pada hari ini Pukul 06.00 dan 07.00 di Level (Tidak Sehat 151- 250 mikron/gram)," ujar Nandang saat dikonfirmasi, Jumat (5/10/2018).
Lebih lanjut ia menjelaskan, level sehat 0 - 50 mikron/ gram. Lalu level sedang 51 - 150 mikron/gram
dan level tidak sehat 151 - 250 mikron/gram. Level Sangat Tidak sehat 251 - 350 mikron/gram.
Level berbahaya lebih dari > 350 mikron/gram.
"Nah pagi ini di level 151-250 mikron/gram artinya dilevel yang tidak sehat. Maka imbauan kepada masyarakat dengan adanya informasi data PM10 Staklim Palembang, masyarat diminta menggunakan masker saat berpergian atau beraktifitas diluar rumah atau diluar kantor," katanya
Hal tersebut untuk menjaga kesehatan pernafasan dan menghindari efek lainnya dari udara yang tidak sehat tersebut, dan kepada masyarakat dihimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan apalagi membakar lahan semaunya yang bisa menyebabkan Karhutla.