Heboh Lempeng Jawa Terus Bergerak Potensi Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Berkaitan dengan beredarnya pesan tersebut, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG mengatakan

Heboh Lempeng Jawa Terus Bergerak Potensi Gempa, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi Gempa Bumi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabar bohong atau hoaks kembali beredar lewat jejaring pesan elektronik whatsapp dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kali ini pesan tersebut berisi imbauan tentanglempeng Jawa terus bergerak.

Baca: Dikenal Kaya Raya, Terungkap Begini Tingkah Nagita Slavina saat Belanja di Pasar Tradisional

Berkaitan dengan beredarnya pesan tersebut, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG mengatakan pesan tersebut adalah berita bohong.

Baca: Penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Nilai Tukar Dollar Tembus Rp 15.000

"Enggak ada, enggak ada alat atau alat yang bisa meramal seperti ini," kata Daryono dihubungi Kompas.com, Selasa (2/10/2018).

Baca: Beredar Viral Pesan Berantai Ramalan Gempa Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

Jika ada yang masih percaya kabar ini, perlu ditekankan lagi hingga saat ini belum ada alat pendeteksi gempa yang dapat meramalkan adanya gempa dalam beberapa waktu ke depan, baik di Indonesia maupun luar negeri belum ada alat secanggih itu.

Untuk itu, Daryono kembali menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak mempercayai isu-isu terkait gempa megathrust yang berkekuatan besar.

"Jangan mudah percaya pada berita bohong yang dikeluarkan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

Sebaliknya, masyarakat hanya melihat dan mengkonfirmasi dari BMKG. Karena lembaga ini merupakan satu-satunya yang memonitor gempa di Indonesia.

"Kedua, kenali informasi hoaks. Di mana ada tidak sumber yang jelas, contact person-nya, lembaga (yang memberikan informasi) apa, petugas official yang bisa dihubungi ada atau tidak. Kalau semua itu tidak ada, cukuplah putuskan pesan dan tidak usah ditanggapi," jelas Daryono.

Ia juga berharap agar masyarakat bijak dalam menggunakan ponsel agar tidak menjadi agen untuk menyebarkan berita bohong makin meluas.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved