Beredar Viral Pesan Berantai Ramalan Gempa Megathrust, Ini Penjelasan BMKG

Kabar bohong atau hoaks kembali beredar lewat jejaring pesan elektronik whatsapp dan menimbulkan keresahan di masyarakat

Beredar Viral Pesan Berantai Ramalan Gempa Megathrust, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi
Gempa Bumi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabar bohong atau hoaks kembali beredar lewat jejaring pesan elektronik whatsapp dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kali ini pesan tersebut berisi imbauan tentang prediksi gempa besar.

Dalam pesan tersebut dikatakan hari ini Lombok sudah tiga kali diguncang gempa berkekuatan besar, yakni 6.5, 6.0, dan 7.

Baca: Ratna Sarumpaet Dipukuli Hingga Luka Lebam, Ini Terawangan Mbah Mijan

Pesan tersebut mengatakan bahwa BMKG menyebut Pulau Jawa khususnya Jakarta diperkirakan akan diguncang gempa dengan kekuatan 8,9.

Baca: Warga Palembang Selamat dari Bencana Gempa dan Tsunami Palu, Umi Tak Mau Kembali Lagi

Berkaitan dengan beredarnya pesan tersebut, Daryono selaku Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG mengatakan pesan tersebut adalah berita bohong.

"Enggak ada, enggak ada alat atau alat yang bisa meramal seperti ini," kata Daryono dihubungi Kompas.com, Selasa (2/10/2018).

Baca: Nilai Tukar Dollar Amerika Hari Ini Ditutup Melemah Rp 15.042, IHSG di Zona Merah Akhir Perdagangan

Narasi yang beredar

Lombok dalam sehari ini sudah dilanda Gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 - 6,0 - 7,0 SR jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khsusnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9SR.
Hati2...selalu waspada, siapkan surat2 dan segala yg penting dalam satu tas...bila terjadi gempa segera keluar dari bangunan kearah lapangan, kalau gak sempat lgsg diem dibawah meja..

Hari ini :
Gempa hawai 8.2
Gempa jepang di Fiji 8.2
Gempa jepang 6.4
Gempa Lombok 7.0
Smuanya hari ini..

Ring of Fire
Lempeng bergerak efek domino..muterrrrr seluruh penjuru dunia
 #TerusBerdoa!!!

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved