Berita Ogan Ilir

Ikan Betok Makin Langka Harga di Pasar Rp 60 Ribu/Kg, Ini Upaya Dinas Perikanan Ogan Ilir

bila tidak dilakukan pembudidayaan dikhawatirkan jenis –jenis ikan lokal tersebut semakin sulit didapat dan populasinya terancam punah

Ikan Betok Makin Langka Harga di Pasar Rp 60 Ribu/Kg, Ini Upaya Dinas Perikanan Ogan Ilir
Sripo
Ikan Betok 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Keanekaragaman hayati alias Biodiversitas ikan-ikan air tawar lokal di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mulai berangsur-angsur menghilang dan terancam punah.

Padahal ikan lokal memiliki nilai ekonomis dalam menambah pendapatan rumah tangga.

Oleh karenanya, Dinas Perikanan dan Peternakan Pemkab Ogan Ilir (OI) saat ini mulai mengambil langkah untuk pembudidayaan ikan lokal tersebut, seperti Gabus, Betok, Tembakang, Betutu dan ikan Belida.

Baca: 17 Lagu Slank Hibur Slankers Palembang di Benteng Kuto Besak (BKB) Malam Ini

Baca: Hari Kedua Pejabat Gubernur Sumsel, Hadi Prabowo Menerima Tim APPSI

"Untuk harga ikan betok saja, saat ini dipasaran bisa mencapai Rp 60 ribu perkilogramnya, dan jenis ikan ini mulai langka, dan kami saat ini mulai melakukan pembudidayaannya di balai benih ikan (BBI)," kata Kadis Perikanan dan Peternakan Pemkab OI Ir H Tarmuji, Minggu (23/9/2018).

Menurut Tarmuji, bila tidak dilakukan pembudidayaan sejak sekarang, maka dikhawatirkan jenis –jenis ikan lokal tersebut semakin sulit didapat dan populasinya terancam punah.

Oleh karena itu, saat ini melalui BBI, tengah mencari dan mengumpulkan induk-induk jenis ikan lokal tersebut, untuk dibudidayakan, sehingga akan muncul benih-benih ikan lokal yang baru.

Baca: Poin Sempat Tertinggal, Ini Rahasia Anthony Ginting Balikan Keadaan Sehingga Jadi Juara China Open

Baca: Update Jadwal LRT Palembang Terbaru Mulai 24 September, Ingat Stasiun Punti Kayu Beroperasi

“Untuk jenis ikan Belida, kami sudah melakukan kerjasama dengan PLN melalui CSR, sedangkan jenis ikan Betok dan gabus pada anggaran 2019 akan bekerjasama dengan pihak Unsri, termasuk balai besar air tawar Propinsi Jambi," terang H Tarmuji.

Diharapkan, dengan langkah dan kerjasama tersebut, maka habitat jenis ikan lokal tersebut, akan semakin berkembang.

"Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti menyetrum, memputas dan sejenisnya yang dapat merusak ekosistem habit hewan air," tukasnya. (SP/ Beri Supriyadi)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help