Rupiah Melemah Terhadap Dollar

Selasa (18/9/2018) Pukul 12.00, Dollar Kembali Mengamuk, Nilai Tukar Sentuh Rp 14.917 di Spot Dunia

Sementara Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pun, rupiah melemah 0,33 persen ke Rp 14.908 per dollar AS

Selasa (18/9/2018) Pukul 12.00, Dollar Kembali Mengamuk, Nilai Tukar Sentuh Rp 14.917 di Spot Dunia
KOMPAS/JITET
ILUSTRASI 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kurs dollar AS terhadap nilai tukar rupiah, Selasa (18/9/2018) pukul 12.00 tembus ke angka Rp 14.917 atau mendekati Rp 15.000, dilihat dari grafik spot dunia kursdollar.net.

Baca: Kader PDIP Belot ke Prabowo, Kwik Kian Gie : Jokowi tak Pernah Ajak Saya

Dilansir dari Kompas.com, dan dikutip dari data Bloomberg, pukul 11.10 WIB, rupiah berada di posisi Rp 14.933 per dollar AS, melemah 0,36 persen dibandingkan penutupan kemarin pada 14.880.

Baca: Heishichiro Nemoto Mertua Presiden Soekarno Seorang Samurai Jepang, Terlibat di Perang Dunia 2

Sementara Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pun, rupiah melemah 0,33 persen ke Rp 14.908 per dollar AS.

Baca: Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan Diperiksa KPK, Kasus yang Mendera Adiknya

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, rupiah pagi ini melemah karena merespons tekanan perang dagang antara AS dan China yang semakin memanas.

Presiden AS, Donald Trump kembali menyatakan akan memberlakukan kenaikan tarif 10 persen atas impor China senilai 200 miliar dollar AS.

Sementara, China diketahui akan mempersiapkan rencana balasan atas kenaikan tarif impor tersebut.

Meski belum diketahui apa balasan China atas tindakan AS, Trump telah memperingatkan, jika China membalas, Trump kemungkinan akan ada kenaikan tarif fase ketiga.

"Dengan perang dagang yang kembali memanas, dollar AS dianggap sebagai aset safe haven," kata Faisyal seperti dilansir Kontan.

Sebagian mata uang Asia hari ini pun melemah.

Sementara, dari dalam negeri defisit neraca perdagangan 1,02 miliar dollar AS di Agustus lalu menambah sentimen negatif bagi rupiah.

"Defisit neraca perdagangan lebih besar dari ekspektasi meski sebenarnya lebih rendah dari defist bulan sebelumnya, tetapi neraca dagang yang minus dianggp kurang baik untuk rupiah menguat di tengah memanasnya perang dagang," kata Faisyal.

Belum adanya perbaikan data dari dalam negeri serta adanya potensi kenaikan The Fed di akhir bulan ini masih akan membuat rupiah melemah hingga penutupan perdagangan hari ini.

Faisyal memproyeksikan rupiah hari ini bergerak direntang bawah Rp 14.850 per dollar As dan menguji level psikologis di Rp 15.000 per dollar AS. (Danielisa Putriadita)

LIHAT GRAFIK NILAI TUKAR DOLLAR

Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help