Berita Palembang

Tikungan Tajam dan Curam, Dishub Ingatkan Enam Titik Jalan Rawan Kecelakaan dan Longsor di Sumsel

Dishub Sumsel melakukan upaya dengan pengecekan kepada setiap kendaraan terutama bus penumpang yang berada di terminal

Tikungan Tajam dan Curam, Dishub Ingatkan Enam Titik Jalan Rawan Kecelakaan dan Longsor di Sumsel
TribunBogor/Kolase Facebook/Saeful Anwar
Kecelakaan bus rombongan karyawan di Cikidang Sukabumi, Sabtu (8/9/2018) yang menewaskan 14 penumpang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dinas Perhubungan Sumatera Selatan menyatakan, ada enam wilayah  atau titik di Sumatera Selatan sebagai daerah rawan kecelakaan serta bencana alam seperti tanah longsor. 

Baca: Pilpres 2019, Anggota Tim Kampanye Jokowi : Gerakan #2019GantiPresiden Tidak Mendidik

Keenam daerah tersebut berada di kawasan Tebing Tinggi-Tanjung Raya dan Tanjung Raya-Batas Provinsi Bengkulu.

Baca: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Tantang Militer Lakukan Kudeta Jika Tak Suka Gaya Kepemimpinannya

Kemudian di Pagaralam-Tanjung Raya, Talang Padang-Padang Tepung, Muara Siban-SP Embacang, serta Sugi Waras-Batas Kabupaten Lahat.

Baca: 3 Macam Puasa Arafah (Asyura): Berikut Niat dan Keutamaan Puasa Arafah

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus menjelaskan, enam daerah yang disebutkan tersebut selain rawan tanah longsor, juga berada di dataran tinggi.

Baca: Tak Sengaja Bertemu Ashraf Sinclair, Lucinta Luna Pede Sebut Dirinya BCL KW

Bahkan, ruas jalan di sana pun memiliki tikungan tajam, sehingga para pengemudi mobil maupun motor yang melintas harus berhati-hati.

Untuk mengantisipasi kecelakaan bus maut seperti yang terjadi di Sukabumi hingga menyebabkan puluhan penumpang tewas, Dishub Sumsel melakukan upaya dengan pengecekan kepada setiap kendaraan terutama bus penumpang yang berada di terminal.

“Ketika bus masuk terminal, akan dicek, mulai dari kesehatan pengemudi dan fisik kendaraan seperti rem. Jika memang tidak memadai, bus tidak akan diperbolehkan berjalan,” kata Nelson, Selasa (11/9/2018).

Upaya lain pengecekan bus pariwisata di Sumsel, menurut Nelson, dengan memberikan stiker khusus pada setiap bus.

Bus yang lolos uji kelayakan jalan, akan ditempel stiker khusus.

“Itu sudah diterapkan, jadi penumpang bisa melihat stiker pada setiap bus. Jika ada stiker dari Dishub berarti sudah layak jalan atau beroperasi,” ujarnya. 

Kecelakaan bus di Sukabumi, sambung dia, menjadi catatan penting bagi Dishub Sumsel. Karena itu, ia meminta setiap pengemudi lebih memerhatikan keselamatan penumpang dengan tidak mementingkan keuntungan pribadi.

“Misalkan bus tetap jalan walaupun tidak layak, itu jelas tidak boleh. keselamatan penumpang itu harus lebih diutamakan. Kami akan perketat pengawasan di setiap terminal terutama bus pariwisata,” jelas Nelson.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Enam Wilayah Rawan Kecelakaan di Sumatera Selatan", https://regional.kompas.com/read/2018/09/12/14245571/ini-enam-wilayah-rawan-kecelakaan-di-sumatera-selatan

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved