Manfaat Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) Saat Bayar Pajak Kendaraan

SWDKLLJ sendiri adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan digunakan untuk memberikan perlindungan/jaminan bagi pihak ketiga

Manfaat Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) Saat Bayar Pajak Kendaraan
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Pegawai PT Jasa Raharja cabang Sumsel saat memperlihatkan bukti pembayaran SWDKLLJ di STNK motor 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-PT Jasa Raharja (Pesero) Cabang Sumatera Selatan, sepanjang tahun 2018 telah membayarkan santunan sebesar Rp 31,9 miliar lebih untuk korban meninggal, cacat, luka ringan dan berat akibat kecelakaan lalu lintas selama periode Januari- Agustus 2018.

"Santunan diberikan karena Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara yang mempunyai tugas utama menjalankan UU No 33 tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP)," kata Kepala PT Jasa Raharja (Pesero) Cabang Sumsel, John Veredy Panjaitan melalui Kasubag Humas Rafie Nasser, Selasa (11/9/2018).

Menurut dia, santunan diberikan karena Jasa Raharja mengemban tugas sesuai amanah UU No 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu lintas Jalan, sesuai amanat UU itu Jasa Raharja memiliki tugas utama memberikan santunan bagi korban dan atau ahli waris korban laka lantas.

Baca: Ekspresi Ivan Gunawan Saat Latihan Ijab Kabul Dengan Ayu Ting Ting Jadi Sorotan,Tonton Videonya

Baca: Usianya Kini Masuk 7 Tahun, Intip Pesta Super Mewah Amora Lemos Putri Diva Krisdayanti

Ia menyebutkan, kenaikan jumlah santunan yang dikeluarkan tahun ini dibanding priode yang sama tahun 2017, sebesar Rp 21,1 miliar, karena kenaikan jumlah besaran santunan yang diberikan ke ahli waris atau korban dari sebelumnya.

"Kenaikan santunan terjadi karena meningkatnya nilai santunan yang ditetapkan pusat pada pertengahan tahun 2017 sedangkan pada jumlah korban yang mendapatkan santunan justru menurun," capnya.

Ditambahkannya, jumlah tersebut (Rp 31 miliar) diperuntukkan baik kepada ahli waris korban yang meninggal dunia, korban luka-luka, cacat tetap dan P3K.

Baca: Peringatan 1 Muharam di Prabumulih Meriah, Ribuan Santri dan Pelajar Ikut Pawai Tahun Baru Islam

Baca: Mengaku Preman Besar, Jas Aniaya Bapak dan Anak Buruh Buruh Pengumpul Batu di 10 Ulu Palembang

"Untuk pembayaran di luar meninggal dunia atau penguburan, pembayaran langsung diberikan ke RS yang menangani korban secepat mungkin pasca terjadi kecelakaan. Untuk itulah, perlu melaporkan segera jika terjadi kecelakaan," tuturnya

Santunan yang sudah dibayarkan Jasa Raharja untuk korban luka-luka sebesar Rp 4,8 miliar, untuk cacat tetap Rp 417,9 juta, meninggal dunia sebesar Rp 26,5 miliar lebih, biaya penguburan sebesar Rp12 juta, ambulan Rp 4,4 juta dan P3K Rp 90,5 juta.

Rafie melanjutkan, walau sudah sering membayar pajak kendaraan, namun nyatanya masih cukup banyak yang belum mengetahui apa saja manfaat yang diperoleh. Salah satunya ialah SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) yang tercantum di lembar STNK.

Baca: Ini Cerita Rumah Eko Purnomo Dikepung Rumah Tetangga,Sampai Jalan Masuk Tidak Ada

Baca: 3 Tol di Sumsel Kembali Dibangun, Hubungkan Palembang Hingga ke Bengkulu, Ini Penjelasannya

SWDKLLJ sendiri adalah Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan digunakan untuk memberikan perlindungan/jaminan bagi pihak ketiga yang mengalami kecelakaan akibat pengguna kendaraan bermotor tersebut.

Dijelaskannya, hal inilah yang menjadi dasar bagi setiap pemilik kendaraan wajib membayar pajak kendaraan mereka. Sebab, jika kendaraan bermotor tak bayar pajak dan terjadi kecelakaan yang melibatkan pihak ketiga (korban), maka JR tak bisa memberikan santunan ke mereka yang menjadi korban kecelakaan.

"Jadi, Santunan untuk korban dibayarkan oleh si pemilik kendaraan, ini sesuai dengan UU 22 Tahun 2009. Setelah kewajiban pembayaran SWDKLLJ dan denda dibayarkan barulah JR bisa menyalurkan santunan ke korban," jelasnya.

Baca: Eyelash Extension Tren Pasang Mulu Mata Kekinian Perempuan Milenial

Lanjut Rafie, SWDKLLJ dibayar pemilik kendaraan bersamaan dengan membayar pajak kendaraan di Samsat. Manfaatnya, dengan membayar SWDKLLJ otomatis pemilik kendaraan telah mengalihkan kerugian yang ditimbulkan pihak ketiga ke Jasa Raharja.

"inilah pentingnya untuk pemilik kendaraan membayar pajak. Setiap pembayaran cek kolom SWDKLLJ. Kalau sudah jatuh tempo segera lunasi," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved