Kisah Bayi Vanellope,Terlahir dengan Jantung di Luar & Divonis Tak Hidup Lama, Keajaiban Terjadi

Kelahiran langka ini menimpa Vanellope Hope Wilkins asal Inggris.Vanellope lahir secara prematur pada 22

Kolase Nakita.grid.id
Kondisi Vanellope setelah 9 bulan di rumah sakit 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kelahiran langka ini menimpa Vanellope Hope Wilkins asal Inggris.

Vanellope lahir secara prematur pada 22 November 2017 di Rumah Sakit Universitas Leicester dan kondisinya tidak seperti bayi biasanya.

Saat usia kandungannya masih 9 minggu, orangtuanya bingung karena terdapat pertumbuhan yang tak biasa dalam janinnya.

Seperti ada yang melekat di dadanya tapi juga berdetak.

Ternyata benda kecil tersebut adalah jantung Vanellope yang keluar dari tubuhnya.

Tulang dadanya tidak berkembang secara normal sehingga menyebabkan jantung dan bagian perutnya tumbuh di bagian luar tubuh.

Kondisi ini disebut ectopia cordis, sebuah kondisi yang sangat jarang terjadi.

Terakhir kali, dokter jantung anak yang menangani Vanellope, Dr. Frances Bu'Lock, mengatakan dirinya pernah melihat kasus serupa 20 tahun lalu namun bayi tersebut tidak terselamatkan.

Namun ternyata putri dari Naomi Findlay (30) ini mampu bertahan hidup hingga sekarang.

Vanellope akhirnya bisa pulang
Vanellope akhirnya bisa pulang
Vanellope akhirnya bisa pulang

Setelah melalui berbagai proses perawatan di rumah sakit selama 9 bulan, akhirnya sekarang Vanellope sudah bisa dipulangkan ke rumah pada Senin (10/9/2018).

Bayi yang hanya memiliki peluang bertahan hidup 10 persen ini sudah menjalani 3 operasi dan pernah mengenakan alat khusus semacam jaket yang dapat melindungi rusuk iga eksternal serta melindungi jantungnya.

Ia juga pernah dipindahkan ke rumah sakit Queen's Nottingham agar dekat dengan keluarganya di Bulwell, Inggris Tengah setelah menjalani 3 operasi tersebut.

Kondisi Vanellope saat lahir
Metro.co.uk
Kondisi Vanellope saat lahir

"Queen's Medical Center sangat dekat dengan rumah sehingga saya bisa melihatnya setiap hari dan membawa putra serta suamiku secara teratur.

Sehingga mereka dapat terlibat dalam pembelajaran bagaimana cara menjaganya saat akhirnya Vanellope pulang.

"Mengatakan salam perpisahan kepada semua dokter, perawat dan semua terapis yang sudah merawat Vanellope itu sangat sulit sebab mereka sudah menjadi bagian besar pada hidup kami.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved