Tiga PNS Ini Dipenjara karena Pungli, Tapi Tetap Menerima Gaji dan Tak Dipecat

Tiga PNS Ini Dipenjara karena Pungli, Tapi Tetap Menerima Gaji dan Tak Dipecat

Tiga PNS Ini Dipenjara karena Pungli, Tapi Tetap Menerima Gaji dan Tak Dipecat
surya/david yohannes
Rudy Bastomi dan Supraptiningsih saat di ruang pemeriksaan LP Tulungagung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, TULUNGAGUNG - Tiga PNS Ini Dipenjara karena Pungli, Tapi Tetap Menerima Gaji dan Tak Dipecat 

Ada tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Tulungagung yang diputus bersalah karena kasus korupsi dan pungutan liar (pungli).

Mereka adalah mantan Sekretaris Satpol PP, Asaf Doswarso yang diputus bersalah karena korupsi mesin pencacah plastik.

Perbuatan itu dilakukan 2015 silam saat Asaf menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung. Dua ASN lainnya adalah guru SMPN 2 Tulungagung, Supraptiningsih dan Rudy Bastomi.

Menurut PP 11/2017 tentang Manajemen PNS dan Undang-Undang ASN, ketiganya seharusnya diberhentikan sebagai ASN.

"Jenis pelanggarannya memang seharusnya diberhentikan," terang Kabid Pengadaan dan Pembinaan ASN, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tulungagung, Catur Hermono, Senin (10/9/2018).

Namun, sanksi ketiganya belum bisa diproses, karena BKD belum menerima salinan putusan masing-masing ASN

Hingga kini, status ketiganya masih sebagai ASN Pemkab Tulungagung dan masih mendapatkan gaji dari pemkab.

"Tapi tidak full, kira-kira setengah dari yang seharusnya diterima," ujarnya.

Yang terbaru, hanya salinan putusan Rudy Bastomi yang sudah didapat BKD.

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved