Koruptor Tertawa dan Senyum tak Ada Penyesalan Saat Digiring, Ini Penjelasan Psikolog Politik

Tak ada rasa malu dari beberapa pelaku kasus korupsi ini, mereka terlihat cengar-cengir, melebarkan senyum, dan tidak ada rasa malu

Koruptor Tertawa dan Senyum tak Ada Penyesalan Saat Digiring, Ini Penjelasan Psikolog Politik - kpk_20180908_191037.jpg
Twitter
Tahanan Cengar Cengir
Koruptor Tertawa dan Senyum tak Ada Penyesalan Saat Digiring, Ini Penjelasan Psikolog Politik - kpk_20180908_191151.jpg

TRIBUNSUMSEL.COM - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kasus suap tentang pembahasan APBD Pemerintah Kota Malang. Kasus tersebut menyeret 43 orang pejabat pemerintah, terdiri dari dua pejabat eksekutif pemerintah dan 41 anggota DPRD Kota Malang.

Baca: Bersyal Ala Kiai, Prabowo Serius Baca Buku Tambak Beras, Berisikan Perjuangan Membela NKRI

Bukan hanya sekali ini, rentetan kasus korupsi sering muncul di sistem pemerintahan kita.

Baca: Beredar Foto Tersangka Berompi Oranye Tertawa, Fahri : Tidak Malu dan Jera, Karena Aparat Main-main

Anehnya, tak ada rasa malu dari beberapa pelaku kasus korupsi ini.

Bahkan, mereka terlihat cengar-cengir, melebarkan senyum, tetap tenang, dan tidak ada rasa malu yang muncul dari dirinya.

Psikolog politik Hamdi Muluk mengatakan, sikap yang ditunjukkan para koruptor tersebut disebabkan belum adanya etika publik yang terbentuk dengan baik.

Etika publik yang dimaksud di sini adalah munculnya rasa malu dan bersalah dari dalam diri politikus jika mereka melakukan kesalahan kepada publik, seperti korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

"Kalau etika (publik) tinggi, itu ada dua perasaan yang ditimbulkan. Satu (perasaan) malu, dua (merasa) bersalah karena mengkhianati kepercayaan publik," kata Hamdi kepada Kompas.com, Sabtu (8/9/2018).

Perilaku ketika seseorang merasa bersalah, menurut Hamdi, akan ditunjukkan dengan diam, menunduk malu, menutupi wajahnya, tidak mau membuka suara, bahkan menghindar.

"Kalau cengar-cengir semakin tidak ada rasa malu tersebut," ujar Hamdi.

Hamdi menyampaikan, menjadi seorang legislator itu berarti seseorang siap menjadi abdi negara.

Halaman
123
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved