Pilpres 2019

Beredar Spanduk PKS Bersanding Hizbut Tahrir Indonesia, 'Spanduk Fitnah Muncul Berbulan Lalu'

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa dirugikan dengan hadirnya spanduk yang menyudutkan partai PKS

Beredar Spanduk PKS Bersanding Hizbut Tahrir Indonesia, 'Spanduk Fitnah Muncul Berbulan Lalu' - pks_20180907_143655.jpg
Twitter DPP PKS
Spanduk PKS
Beredar Spanduk PKS Bersanding Hizbut Tahrir Indonesia, 'Spanduk Fitnah Muncul Berbulan Lalu' - pks_20180907_143719.jpg
Twitter DPP PKS
Spanduk PKS

TRIBUNSUMSEL.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa dirugikan dengan hadirnya spanduk yang menyudutkan partai PKS.

Baca: Soal Program Sertifikat Tanah, Fadli Zon ke Jokowi: Gak Sekalian SIM, STNK, KK #kampanyeterselubun

Dalam spanduk tersebut, dinilai berunsur kampanye hitam untuk menjatuhkan PKS.

Dimana, pada spanduk, tertulis #G2019Ganti Presiden dengan disandingkan organisasi yang sudah dilarang di Indonesia yaitu HTI.

Baca: Di Posko Cemara, Jokowi Umumkan Ketua Tim Pemenanganya Jumat Pukul 17.00

Padahal, kader sampai anggota PKS tidak merasa memasang spanduk tersebut.

Alhasil, DPP PKS meminta Polri untuk mengusut spanduk yang merugikan PKS tersebut.

Baca: Viral Lagu Aku Gak Mau Ganti Presiden, Tandingan Syair Lagu #2019Ganti Presiden

Dikutip dari akun twitter resmi PKS, @PKSejahtera tampak caption bertuliskan.

Ternyata masih ada yang tidak mau berkompetisi secara sehat dalam demokrasi kita. Sudah beberapa kali kampanye hitam untuk PKS beredar dan tanpa satupun terungkap pelakunya.

Baca: Prediksi Conor McGregor vs Khabib Nurmagomedov: Saat Ejekan Conor McGregor Tak Berarti Apa-apa

Semoga kita tidak terprovokasi dgn kampanye hitam yang dapat merusak persatuan kita.

Dikutip dari website PKS.id, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta aparat kepolisian segera mengungkap aktor pemasangan spanduk khilafah yang masih ditemukan.

Ketua DPP PKS Bidang Humas Ledia Hanifa mengungkapkan, spanduk-spanduk fitnah PKS mendukung sistem khilafah sudah muncul berbulan-bulan lalu.

Halaman
12
Penulis: Siemen Martin
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved