Berita Palembang

Rencana Revitalisasi Rusun 26 Ilir Palembang Masih dalam Status 'Gantung'

Rencana peremajaan Rumah Susun di kawasan 26 ilir oleh pemerintah provinsi Sumsel sejak 2015 silam

Rencana Revitalisasi Rusun 26 Ilir Palembang Masih dalam Status 'Gantung'
Tribunsumsel.com/ Euis Ratna Sari
Kondisi Rumah Susun Kawasan 26 Ilir Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rencana peremajaan Rumah Susun di kawasan 26 ilir oleh pemerintah provinsi Sumsel sejak 2015 silam, hingga kini belum juga terang dan jelas bagaimana kelanjutannya. Revitalisasi yang bertujuan untuk mengindahkan tata ruang pemukiman warga 26 ilir tersebut masih dalam status yang menggantung, Rabu (5/9/2018).

Baca: 2019, Pemkot Targetkan Akses Jalan Brigjen Hasyim ke Jalan Iswayudi Rampung

Pasalnya, pihak Perumnas dan warga masih sama-sama menunggu keputusan pemerintah daerah sumatera selatan. Tribun Sumsel berkesempatan mengunjungi dan bercengkrama dengan salah satu ketua RT warga rusun 26 ilir.

M. Arsyad KH. Sabarudin, ketua RT 06 blok 47-48 Rusun 26 ilir Palembang mengatakan bahwa semua warga, khususnya sebanyak 151 rumah warga yang ia pimpin dalam blok 46-47 dengan status kepemilikan rumah, telah menyerahkan berkas kepada pihak Perumnas sejak tahun 2016 dan tinggal menunggu aksi nyata peremajaan tempat hunian mereka.

Baca: Gubernur Alex Noerdin Minta Bupati dan Walikota Dukung Penuh Gerakan Pramuka

"Kami semua warga milik rusun sudah ngumpulkan galo berkas-berkas ke Perumnas untuk revitalisasi tempat tinggal kami ini, yang punya rumah ye, yang nyewa tidak. Seperti aku kan punya rumah ini, nah berkas aku sudah ku serahkan ke Perumnas dari tahun 2016, kan gencar-gencarnya itu di 2015, tapi sampai sekarang belum jelas cakmano konfirmasinyo",ungkap Arsyad.

Berdasarkan keterangan Arsyad bangunan Rumah Susun ini sudah dibangun sejak tahun 1984, ketika itu di tahun 1988 ia sudah menghuni Rumah Susun kawasan 26 ilir tersebut.

Arsyad menambahkan berdasarkan kesepakatan yang diterima ketika rencana peremajaan atau revitalisasi Rumah Susun akan dilaksanakan, pemerintah daerah sumsel akan memberikan uang sebesar Rp15 juta per KK untuk dapat menyewa rumah sementara, saat Rumah Susun mereka tengah di revitalisasi dalam jangka waktu selama 2 tahun, kemudian mereka akan mendapatkan tipe rumah yang sama seperti tipe rumah yang mereka huni sebelumnya. Namun kembali lagi ia masih belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutan rencana peremajaan hunian mereka.

Baca: Hasil Make Up Bikin Wajahnya Jelek, Ayang Merinda Unggah Foto Ini,Nikita Mirzani Langsung Kesal

"Biaya kita itu dikasih 7,5 juta setahun untuk nyewa rumah sementara, saat rumah kami akan di revitalisasi. Nah revitalisasi kan selama 2 tahun katanya jadi kami dapatnya ya 15 juta. Nah setelah selesai dibangun, tipe rumah kami tadi yang kami dapatkan sama seperti tipe rumah kami yg lama, misalnya tipe rumah kami ini kan 36, pas sudah dibangun nanti ya dapatnya tipe 36 juga", kata Arsyad.

Warga Rusun kawasan 26 ilir ini masih menunggu kejelasan dari rencana pemerintah tersebut, begitu juga yang tengah dilakukan pihak Perumnas saat ditemui di kantor pemasaran Perumnas di kawasan 26 ilir Palembang.

Ilham Tohal Rangkuti, Marketing Manager Perumnas Palembang mengatakan bahwa pihaknya juga belum mengetahui bagaimana tindak lanjut rencana revitalisasi rumah susun 26 ilir Palembang. Pihaknya belum berani angkat bicara perihal tersebut sampai ada keputusan dari pemerintah daerah setempat.

"Pihak kami (Perumnas) belum tau bagaimana kelanjutan peremajaan kawasan rusun itu. Kami juga masih menunggu keputusan pemerintah setempat, kami siap saja", pungkasnya.

Penulis: Euis Ratna Sari
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved