Pilpres 2019
Aktivis #2019 Ganti Presiden Selalu Ditolak, Andi Arief Usulkan Deklarasi Lebih Besar di Jakarta
Aktivis #2019 Ganti Presiden kerap ditolak saat akan mendeklarasikan di berbagai penjuru daerah di Indonesia
TRIBUNSUMSEL.COM - Aktivis #2019 Ganti Presiden kerap ditolak saat akan mendeklarasikan di berbagai penjuru daerah di Indonesia.
Terbaru, Neno dan Ahmad Dhani serta Sang Alang selalu ditolak saat akan manggung di beberapa daerah, sebut saja Riau dan Surabaya.
Baca: Isu Ekonomi Diprediksi Bakal Sengit Diperdebatkan Antara Prabowo dan Jokowi
Baca: Cek 32 Nama Bakal Senator DPD Asal Sumsel, Tahu Calon Tersandung Hukum Laporkan
Mereka akhirnya membatalkan acara #2019 Ganti Presiden.
Bahkan, deklarator # 2019 Ganti Presiden yang juga Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera selalu mendapat pertentangan dari berbagai ormas yang notabene pendukung pemerintah.
Melihat hal tersebut, politisi Demokrat sekaligus aktivis dari PRD di era reformasi Andi Arief membuat usul kepada deklarator ganti presiden.
Dimana ia mencuitkan usulan pada akun twitter milkinya.
Andi menyatakan, bahwa Mardani harus mengambil langkah yang besar agar tidak terhambat.
Bagaimana mempertahankan Demokrasi? jangan kendur, jangan kehilangan cara. Buat @MardaniAliSera , saran sata jika di daerah2 dihambat maka saya usulkan buat deklarasi besar di Jakarta. Saya yakin spektrum dukungan akan meluas.
Beragam reaksi dari netizen menanggapi cuitan Andi Arief
Baca: Background Pengungsi Saat Teleconference, Fadli Zon Sebut Jokowi Masuk Nominasi Piala Oscar
@RumanofN
Siep pak, deklarasi Indonesia Satu. Usul
@AbdulHamid8612
Sepakat, Aksi show force #2019GANTIPRESIDEN yang dasyat di jakarta . Opinion Effect yang lebih masif, agar menyerukan bahwa gerakan ini konstitusional.
@mohawkrooster
Apakah nanti tdk dianggap sebagai "mencuri start kampanye?" cc @KPU_ID @bawaslu_RI
Sebelumnya dilansir dari TribunWow.com, Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie memberikan komentar terkait gerakan 2019 ganti presiden yang kembali diperbincangkan setelah mendapatkan pengadangan.
Hal ini disampaikan Aburizal melalui Twitter miliknya, @aburizalbakrie, Senin (27/8/2018).
Aburizal mengatakan, walaupun partainya adalah partai pertama yang menyatakan dukungan pada Joko Widodo (Jokowi), namun dirinya menolak keras cara premanisme yang dilakukan pada kelompok gerakan 2019 ganti presiden.