Berita Lubuklinggau
Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung ke Lubuklinggau, Panitia Janji Tak Ada Atribut 2019 Ganti Presiden
Ratna Sarumpaet dan Rocki Gerung dijadwalkan akan datang ke Kota Lubuklinggau untuk menghadiri acara diskusi publik
Penulis: Eko Hepronis | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU -- Ratna Sarumpaet dan Rocki Gerung dijadwalkan akan datang ke Kota Lubuklinggau untuk menghadiri acara diskusi publik Menyongsong Indonesia Bangkit 2 September nanti.
Kedua aktivis politik tersebut diundang Organisasi Aku Orang Linggau atau biasa dikenal dengan sebutan AO Linggau untuk membantu memecahkan masalah sosial kekinian di Kota Lubuklinggau.
Baca: Heboh Video Mobil Bisa Berganti Pelat Otomatis Hindari Ganjil-Genap, Ini Kata Polda Metro Jaya
Ketua AO Linggau, Bambang Ekalaya mengatakan, kedatangan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung ke Kota Lubuklinggau hanya untuk melakukan diskusi dengan sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Lubuklinggau.
"Mereka berdua kita undang untuk mengisi acara diskusi publik dengan Tema Menyongsong Indonesia Bangkit," ungkapnya saat menggelar jumpa pers dengan awak media di Cafe Kopi Linggau (Kopling), Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur 1,Jumat (31/08/2018).
Baca: Cair Pekan Depan, Segini Total Bonus Asian Games Para Atlet Indonesia, Pelatih Dapat Rp 450 Juta
Ia menyebutkan, Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung akan tampil sebagai pembicara bersama dengan
Ade Indra Caniago Dosen Stisipol Candrandimuka dan Ngimanudin Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (Stais) Bumi Silampari.
"Estimasi peserta yang kami konfimasi dengan pihak keamanan sebanyak 100 orang, namun ada beberapa teman meminta peserta untuk lebih banyak lagi karena pembicaranya adalah tokoh nasional,"ujar Bambang.
Baca: Sebelum Meninggal Dunia, Fadly Albar Unggah Foto Ini Terkait Sosok Adik Tirinya yang Masih Kecil
Dalam diskusi yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Hakmas Taba Minggu (02/08) nanti, pihaknya menegaskan tidak akan menggunakan atribut kaos ganti presiden atau menggunakan tagar ganti presiden 2019.
"Namun kita tidak menjamin saat dalam diskusi ada singgungan-singgungan yang mengarah ke Pemilihan Presiden (Pilpres), kalau tagar 2019 ganti presiden tidak akan kami pakai termasuk atributnya," terang Bambang.
Sementara mengenai banyaknya penolakan-penolakan di sejumlah wilayah termasuk kota Palembang, Bambang menegaskan jika di Kota Lubuklinggau belum ada surat resmi adanya penolakan seperti terjadi di Kota Palembang.
Baca: 5 Mantan Napi Kasus Korupsi Diloloskan Bawaslu Jadi Caleg, Fadli Zon Beri Komentar Tegas Ini
"Untuk penolakan-penolakan yang ada kita tidak bisa menghalangi, namun kita berharap untuk yang melakukan penolakan tidak melakukan penolakan terhadap kegiatan kami ini karena ini merupakan alam demokrasi," tegas Bambang.
Menurutnya, diskusi yang mereka selenggarakan ini sedikit banyak mampu memberikan solusi dan bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang tengah muncul saat ini.
Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Sunandar menegaskan, bahwa di alam demokrasi kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara dan di jamin oleh konstitusi.
Hanya saja perlu diketahui bahwa hak tersebut, tidak bersifat absolute.
Baca: Bertonie Anak Tukang Ojek di Muaradua OKU Selatan Lulus IPDN, Tak Punya Uang Hingga Dompet Hilang
Ada batasan- batasan yang harus dipatuhi, diantaranya pihak-pihak penyelenggara suatu kegiatan harus tetap menjaga nilai-nilai persatuan kesatuan.
"Kemudian etika dan moral, mengutamakan kepentingan berbangsa dan bernegara serta kebhinekaan," kata Sunandar.
Sunandar menegaskan jika batasan-batasan itu dilanggar, pihaknya sebagai aparat keamanan dengan pertimbangan untuk kepentingan umum, mencegah timbulnya konflik dan disintegrasi akan menggunakan kewenangan diskresi.
"Termasuk membubarkan kegiatan tersebut," tegasnya.