Berkuasa Puluhan Tahun dan Disegani, Soeharto Kecil Ternyata Trauma dengan Lambang Partai Ini

Presiden kedua Republik Indonesia (RI) Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan disegani.

Berkuasa Puluhan Tahun dan Disegani, Soeharto Kecil Ternyata Trauma dengan Lambang Partai Ini

TRIBUNSUMSEL.COM-Presiden kedua Republik Indonesia (RI) Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan disegani.

Tidak heran jika masa pemerintahannya dissebut rezin Soeharto.

Banyak kebijakannya yang cukup fenomenal.

Baca: Jadi Artis yang Isi Pembukaan Asian Games 2018 Nanti Malam, Anggun Pamer Mobil Baru di GBK

Baca: Pamer Goyangan Baru, Lucinta Luna Ngaku Bakal Habiskan 2 Miliar untuk Video Clip Lagunya

Baca: Ketua MPR Kritik Gaji PNS Tahun Depan Naik 5 Persen Terlalu Sedikit

Misal upayanya menuntas aksi premanisme di berbagai daerah. Preman didata dan ditembaki orang tak dikenal.

Ada juga kisah Soeharto yang membubarkan paksa PKI, partai yang dibencinya.

Nah, terlepas dari ketegasannya sebagai seorang pemimpin selama 30 tahun, Seoharto kecil ternyata punya pengalaman tak mengenakkan.

Entah ditakdirkan atau kebetulan, salah satu hal membuat dirinya trauma bersakutan dengan lambang partai yang dibencinya.

Baca: Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun,Ini Aksi Sosial Kofi Annan Saat Aceh Diterjang Bencana Tsunami

Baca: Breaking News : Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Dikabarkan Meninggal Dunia di Swiss

Baca: Selain Gaji Naik, PNS di Beberapa Instansi Ini Akan Dapat Tunjangan Lebih Banyak, Cek Daftarnya

Suami Ibu Tien ini mengalami trauma arit sebagai lambang PKI, senjata tajam yang di kampung-kampung biasa dipakai untuk memotong padi atau rumput.

Sekali waktu, saat berumur tiga tahun, sepulang dari sawah, Soehartobermain-main dengan arit. Namun arit itu terlepas dari tangkainya, sehingga mengenai kaki kanan.

Akibat kejadian itu, kaki kanan Soeharto terluka.

Pengalaman lain menyebut, sekitar usia 5 tahun, ketika ibunya ke pasar, Soeharto ditinggal sendirian di rumah, dan diberi uang logam ½ sen.

Halaman
123
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved