Dugaan Mahar Politik Sandiaga Bakal Dilaporkan ke KPK Jika Bawaslu Tak memprosesnya

Dugaan Mahar Politik Sandiaga Bakal Dilaporkan ke KPK Jika Bawaslu Tak memprosesnya

Dugaan Mahar Politik Sandiaga Bakal Dilaporkan ke KPK Jika Bawaslu Tak memprosesnya
Tribunnews/Twitter/kolase
Andi Arief, Prabowo dan Sandiaga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Federasi Indonesia Bersatu melaporkan dugaan kasus mahar politik ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu), yang belakangan disebut-sebut diberikan bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno ke Partai Amanat Nasional ( PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

Sebagai bukti laporan, mereka membawa pernyataan Andi Arief yang disampaikan lewat Twitter dan beberapa media.

Jika kelak tak ada respon yang baik dari Bawaslu, kata Zakir, pihaknya berencana untuk melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

"Kita tunggu sampai November baru kita laporkan kepada KPK, karena itu urutan-urutan yang memang harus kita lalui dalam hal ini kami (melapor) ke Bawaslu," ujar Zakir, di kantor Bawaslu, Selasa (14/8/2018).

"Berkali-kali kita lihat saudara Andi Arief dengan tegas menyatakan bahwa dia mendapatkan informasi terkait politik mahar Rp500 miliar dari orang-orang yang kredibel," tambahnya.

Menurut Zakir, proses kontestasi politik 2019 harus dilaksanakan dengan cara-cara yang baik.

Hal ini supaya demokrasi di Indonesia juga berjalan dengan baik.

Tapi, jika di awal proses pelaksanaan pemilu sudah ada praktik mahar politik, maka hal ini bisa menjadi noda yang berbahaya dan merusak proses demokrasi.

"Oleh karena itu kita tidak ingin noda itu (ada), menjadi kotor dalam proses pemilu nanti, maka kita mengajukan pengaduan," tutur Zakir.

Aturan mengenai larangan bakal capres dan cawapres memberikan uang atau imbalan kepada parpol dengan tujuan memberikan dukungan telah ditegaskan dalam Pasal 228 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Halaman
123
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help