Berita Lubuklinggau

Ruang Sempit Tempat Tinggal Anak Jalanan Terbakar, 1 Orang Tewas karena Terlalu Banyak Isap Asap

Saya bangun karena banyak asap dan melihat pintu masuk sudah terbakar, saya langsung melepaskan jaket dan berupaya memadamkan api

Ruang Sempit Tempat Tinggal Anak Jalanan Terbakar, 1 Orang Tewas karena Terlalu Banyak Isap Asap
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Tugu Monumen Perjuangan yang terletak di Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II tempat anak jalanan beristirahat terbakar 

Laporan wartawan Tribusumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -Tiga anak jalanan (Anjal) terpaksa harus dilarikan ke ke Rumah Sakit (RS) Sobirin milik Kabupaten Musi Rawas (Mura) karena mengalami luka bakar yang cukup serius.

Ketiganya dilarikan ke Rumah Sakit setelah Tugu Monumen Perjuangan yang terletak di Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II tempat mereka beristirahat terbakar.

Ketiganya yakni Tina (15), warga Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Nuryani (17), warga Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, dan Yayat (22), warga Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Baca: Janji Hapus Utang Indonesia jika Jadi Presiden, Sam Aliano Malah jadi Tersangka oleh Nikita Mirzani

Bahkan, akibat peristiwa itu Tina dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) karena diduga terlalu banyak menghisap asap.

Berdasarkan informasi dihimpun Minggu (12/8/2018) malam, sebelum kejadian tiga orang Anjal tersebut keliling Kota Lubuklinggau mengamen seperti biasa.

Sekitar pukul 23.00 WIB mereka pulang kembali ke Monumen Tugu Perjuangan untuk beristirahat. Kemudian Senin (13/8/2018) sekitar pukul 04.30 WIB, ketiganya tiba-tiba terbangun karena merasa sesak nafas.

Baca: Viral, Suporter Indonesia Punguti Sampah di Stadion Usai Pertandingan Indonesia vs Taiwan

"Saya bangun karena banyak asap dan melihat pintu masuk sudah terbakar, saya langsung melepaskan jaket dan berupaya memadamkan api lalu keluar," tutur Nuryati saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Kemudian ia langsung berlari menuju Polres Lubuklinggau untuk meminta bantuan, sementara dua orang temannya yang berada didalam tidak bisa keluar dan langsung pingsan.

"Kami lagi tidur kami mau keluar tidak bisa, saat itu karena sesak saya pingsan, sadar -sadar saya sudah dirawat disini," ungkapnya.

Baca: Sarimuda Ikut Pertarungan Caleg DPR RI Dapil Sumsel 1, Bersaing dengan Para Mantan Gubernur

Kabid Humas RS Sobirin Kabupaten Mura Yasman Faisal mengaku mereka dilarikan ke RS sekitar pukul 05.00 WIB dalam keadaan tidak sadarkan diri.

"Tina itu saat diterima dalam keadaan sudah lemas tidak lama kemudian meninggal dunia, sekarang sudah diambil oleh orang keluarganya," paparnya.

Sementara dua orang lainnya Nuryani dan Yayat mengalami luka bakar 20 persen, Nuryani tangannya terbakar, sedangkan yang paling parah Yayat tangan dan kepalanya.

"Mereka sekarang kita rawat di UGD, seharusnya sudah dipindahkan, namun karena ruang penuh mereka tetap dirawat disana," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help