Idul Adha 1439 H

Virus Jembrana Hantui Pedagang Sapi Lubuklinggau, Pilih Kurangi Stok Dibandingkan Rugi

Banyak sapi yang terjangkit virus Jembrana itu akhirnya diputuskan untuk setop sementara

Virus Jembrana Hantui Pedagang Sapi Lubuklinggau, Pilih Kurangi Stok Dibandingkan Rugi
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
pegawai Acak memeriksa sapi-sapi dikandangnya, Senin (06/08). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Merebaknya Virus Jembrana yang menyerang sapi-sapi di Kabupaten Musi Rawas (Mura) beberapa waktu lalu mengakibatkan ratusan ekor sapi mati mendadak .

Para peternak hewan kurban yang biasa berjualan setiap tahun khawatir. Akibatnya tahun ini sejumlah peternak memilih mengurangi stok hewan kurban dikandang mereka.

H Acak (65) warga Rt 08, Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur 2 diantaranya. Ia menuturkan jika tahun ini tidak menambah hewan kurban karena khawatir mengalami kerugian.

Baca: Dinkes Palembang Masih Berikan Vaksin MR

"Ini sapi sisa tahun kemarin. Sapi Bali ada delapan ekor, sapi Simental ada dua ekor. Tahun ini kita tidak menambah sapi lagi," paparnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Senin (06/08).

Acak mengatakan, biasanya memasuki bulan Maret dan bulan Juli ia sudah memulai membeli sapi kurban. Namun karena banyak sapi yang terjangkit virus Jembrana itu akhirnya diputuskan untuk setop sementara.

"Kebanyakan sapi disini dari Merasi, Kecamatan Tugu Mulyo. Kemarin sapi-sapi disana banyak mati kena virus Jembrana, tahun ini daripada rugi lebih baik kita tidak beli lagi," ungkapnya.

Walaupun menurut Acak, tahun ini ia harus mengalami kerugian karena permintaan dari pelanggannya cukup banyak. Bahkan sejak sebulan lalu banyak pelanggannya yang ingin memesan sapi kepadanya.

"Tahun lalu kita mampu menjual 50 ekor sapi. Untuk sapi Simenta harganya Rp 21 juta sedangkan sapi Bali harganya Rp 14 juta, untuk yang dirawat sekarang semuanya sudah terjual tinggal mengantar ke pemesan lagi," ucapnya.

Ia menuturkan banyaknya pelanggan yang bertanya itu, karena sapi-sapi dikandangnya selalu dirawat dengan baik. Bahkan sampai hari pemotongan ia tidak pernah membebankan biaya tambahan kepada pembeli.

"Ketika sudah deal harga, kita yang merawatnya sampai hari H, Sapi kita juga setiap bulan selalu kita obati dan selalu di suntik kesehatan setiap bulan," ujarnya.

Acak pun berpesan kepada para pembeli hewan kurban agar jeli memilih hewan-hewan yang benar-benar sehat dan sesuai dengan syarat kurban.

"Ciri-cirinya sapi dilihat dari postur tegak dan badan lincah, sedangkan kalau hewan sakit seperti kotornya mencret berair dan matanya juga selalu berair dan masuk kedalam," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help