Asian Games 2018

Sosok Letkol Pas Helmi Ardianto Nange, Penerjun yang Membawa Obor Dari Ketinggian 7.000 kaki

Yakni Danden Matra 2 Paskhas, Letkol Pasukan Helmi Ardianto Nange SE MM yang akan membawa api Asian Games

Sosok Letkol Pas Helmi Ardianto Nange, Penerjun yang Membawa Obor Dari Ketinggian 7.000 kaki
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
Letkol Pas Helmi Ardianto Nange 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Api abadi Asian Games akan mendarat di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (4/8/2018) besok.

Api hasil kawinan dari api India dengan api Merapen, Jawa Tengah ini akan dibawa melalui jalur udara.

Baca: 52 Penerjun Pembawa Obor Asian Games Lakukan Gladi

Baca: Bendera Israel Berkibar di Palembang di Antara Bendera Peserta Asian Games

Baca: Berhenti jadi Polisi Pilih Jadi Artis Kemudian Jualan Bubur Tak Disangka Nasib Pria ini Sekarang

Pasti banyak yang bertanya siapa yang akan membawa api yang dimasukkan ke dalam Tinder itu.

Yakni Danden Matra 2 Paskhas, Letkol Pasukan Helmi Ardianto Nange SE MM yang akan membawa api Asian Games dalam keadaan menyala dari ketinggian 7.000 kaki.

Helmi mengaku mendapatkan mandat sebagai pembawa api Asian Games dari Mabes Angkatan Udara untuk terjun dari ketinggian 7.000 kaki membawa tinder api Asian Games. 

“Perasaan ya kebanggaan sendiri banyak penerjun senior tapi karena peringatan dari Danden Matra yang meminta saya akan laksanakan,” katanya di sela gladi bersih Torch Relay di JSC, Jumat (3/8/2018).

Awalnya, lanjut Helmi merasa kaget campur bahagia saat diberikan kepercayaan ini. Menurutnya ini pertama kali di dunia terjun sambil bawa api yang harus tetap menyala hingga pendaratan.

“Kita percaya nanti api tetap akan menyala,” harapnya.

Pria asal Kupang ini mengaku lulusan Akabri udara tahun 2000. Ia anak kelima dari 7 saudara. Saat ini ia tinggal di Malang dengan istri dan dua anaknya.

Diakuinya pihak keluarga pasti merasa khawatir dengan dunia yang digelutinya saat ini yakni sebagai Pasukan Khas (Paskhas) Angkatan Udara.

“Karena saya berkeluarga sudah lama, bahwa kita yang dari Paskhas memiliki kemampuam di Trimedia, khususnya di media udara, mereka tentu mereka ada (kekhawatiran). Tapi mereka pasrah. Dan tentu tugas kita untuk melaksanakan itu,” ungkapnya.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved