Pilpres 2019

Diusung Jadi Capres 2019, Begini Respon Anies Baswedan

Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin menyatakan partai koalisi menyetujui jika Anies Baswedan maju sebagai calon presiden

Diusung Jadi Capres 2019, Begini Respon Anies Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) memberikan sambutan saat serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (16/10/2017). Anies-Sandi resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditanya pendapatnya mengenai wacana partai politik yang menilai dia cocok diusung sebagai calon presiden.

Anies mengatakan, hal itu menjadi urusan para pimpinan partai politik.

"Urusan capres dan lain-lain itu tanyanya pada pimpinan partai saja," ujar Anies di kawasan JIEP Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (9/7/2018). Anies mengatakan, saat ini ia hanya bisa menjawab permasalahan di Jakarta. Misalnya, tentang pengolahan air tanah di kawasan perkantoran dan industri.

Dia baru saja memimpin apel tim yang akan melakukan pengawasan atas hal itu di kawasan industri JIEP Pulogadung dan Daan Mogot.

"Kalau tanyanya tentang air Jakarta, saya jawab. Kalau tentang Asian Games, saya jawab. Terus kalau tanya tentang industri, saya jawab," ujar Anies. "Tapi kalau pilpres, enggak ada dalam tupoksinya gubernur itu," tambah dia.

Sebelumnya, Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin menyatakan partai koalisi menyetujui jika Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019, bukan sebagai calon wakil presiden.

"Wacana Anies Baswedan sebagai cawapres Prabowo Subianto sangat kecil kemungkinan terealisasi, partai koalisi lebih setuju untuk mengusung Anies sebagai capres bukan cawapres," ujar Suhud dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/7/2018), seperti dikutip dari Antara.

"Pengorbanan umat dan rakyat jakarta terlalu besar jika Anies hanya cawapres," lanjutnya.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help