Sidak di Transmart, BPOM Sumsel & Pemkot Palembang Temukan Tahu Berformalin dan Kue Kedaluwarsa

Balai Besar Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kota

Sidak di Transmart, BPOM Sumsel & Pemkot Palembang Temukan Tahu Berformalin dan Kue Kedaluwarsa
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
Sidak di Transmart, BPOM Sumsel & Pemkot Palembang Temukan Tahu Berformalin dan Kue Kedaluwarsa 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Balai Besar Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar sidak makanan dan minuman di Transmart, Carefour dan Hypermart.

Saat sidak di Transmart ditemukan tahu berformalin dan kue kering yang sudah kedaluwarsa.

Baca: Kabar Terbaru Cedera Mohamed Salah, Tiba-tiba Unggah Foto dan Keterangan Seperti ini di Twitter

Sekda Pemprov Sumsel, Nasrun Umar mengatakan, kegiatan sidak ini rutin dilakukan sebagai tugas dan fungsi BPOM, Dinkes, Perdagangan dan Perindustrian.

"Kalau dilakukan terbuka seperti ini karena mendekati lebaran dengan sidak ini kita harus memakstikan produk produk makanan yang dijual itu aman," ujarnya, Senin (4/6/2018).

Baca: Ini 5 Fakta Menarik Nissa Vokalis Cantik Sabyan Gambus yang Makin Terkenal, Termasuk Soal Pacar

Nasrun menjelaskan, berdasarkan data yang ada makanan berformalin di Sumsel tahun lalu 37 persen dan tahun ini 17,8 persen.

Namun, untuk Palembang sendiri persentasenya cukup tinggi mencapai 20 persen. Hal tersebut dikarenakan produksi mie dan tahu fokusnya di Palembang.

Baca: Antisipasi Karhutla di OKU, Sepuluh Unit Damkar Disiagakan

"Kami menghimbau intansi terkait terus berkolaborasi untuk menurunkan makanan berformalin.

Karena rata-rata nasional 7 persen. Apalagi sebentar lagi Asian Games. Kita harus meyakinkan apa yang dikonksumsi mereka makanan yang sehat dan layak konsumsi," bebernya.

Baca: Terkenal dan Makin Populer Sabyan Gambus Mendadak Merasa Terbebani Salah Jalan Dikit Bahaya

Nasrun menambahkan, dari beberapa sampel ada yang agak meragukan diuji sampel ada yang tidak layak, dan yang tidak layak tidak boleh dijual.

Maka dari itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat semakin cerdas memilih makanan yang dikonsumsi.

“Pengawasan ini rutin dilakukan mendekati lebaran konsumsi meningkat sehinngga pengawasan diintensifkan. Untuk sampel parcel tidak ada tanggal kedaluwarsa itu tidak boleh," katanya.

Di tempat yang sama, Store GM Transmart, Cekly Anggono Raras mengatakan, kue kering mungkin kurang lengkap tanggal kadarluasanya.

Sebenrnya labelnya ada di belakang.

"Kita punya mekanisme kualitas produk dari UMKM. Mereka pasang barcode memang harusnya di depan. Nanti kita komunikasikan lagi agar kelihatan izin edarnya dan nanti kita akan perketat lagi pengecekan tanggal kadarluasanya," ujarnya.

Baca: Bayar TKD ASN, Pemkot Lubuklinggau Terpaksa Geser Anggaran

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help