Sriwijaya FC

Jadi Starter Lawan Persela, Sandi Tegaskan Tak Ambil Keuntungan dengan Absennya Teja Paku Alam

12 pekan sudah mengarungi Gojek Liga 1 musim 2018 bersama dengan Sriwijaya FC, akhirnya penjaga gawang SFC M.

Jadi Starter Lawan Persela, Sandi Tegaskan Tak Ambil Keuntungan dengan Absennya Teja Paku Alam
Tribunsumsel.com/ Haryanto
Sandi Firmansyah 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 12 pekan sudah mengarungi Gojek Liga 1 musim 2018 bersama dengan Sriwijaya FC,

akhirnya penjaga gawang SFC M. Sandi Firmansyah menjadi starter saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Sabtu (2/6/2018) lalu.

Selama ini posisi penjaga gawang selalu diisi oleh Teja Paku Alam sepanjang pertandingan 90 menit.

Baca: Pengusaha Kue Kering di Lubuklinggau, Nurmaiti Banjir Pesanan Full Sebelum Idul Fitri

Nama Teja belum pernah tergantikan selama SFC mengarungi Liga 1 musim ini baik tandang maupun kandang. 

Dipanggilnya Teja bergabung di timnas Indonesia U-23 membuat nama M Sandi Firmansyah naik dari pemain cadangan menjadi starter. Sandi dipercaya bermain 90 menit saat menjamu Persela.

Baca: Termasuk Artis Tajir Melintir, Terkuak Segini Kekayaan Harta Suami Rani Mukerji Bintang Bollywood

Sandi mengaku senang rekan satu timnya Teja Paku Alam bergabung dengan timnas Indonesia.

Rasa bangga pula terhadap Teja pula dirasakan oleh Sandi karena pemain sepakbola pasti sangat ingin dipanggil untuk merapat ke timnas. Dengan begitu kerja keras selama ini diapresiasi dengan adanya pemanggilan dari timnas. 

Baca: Terbuai Bujukan Teman, Penjaga Malam Ini Nekad Jadi Pencuri di Lokasi Tempatnya Berjaga

Dipanggilnya Teja ke timnas bukan berarti menguntungkan bagi pemilik nomor punggung 86 itu.

Diturunkannya Sandi karena Teja Absen itu adalah hal biasa dan menurut Sandi begitulah tim yang saling menutupi.

Baca: Viral Kisah Menyentuh Petugas Polisi yang Pensiun Pasca 37 Tahun Mengabdi, Videonya Mengharukan!

“Kita saling menutupi, jadi nggak ada kata merasa diuntungkan. Kalau untuk main atau tidaknya Sandi serahkan ke pelatih.

Cuma sandi selalu siap kalau dibutuhkan,” jelasnya. 

Di SFC bukan hal yang baru bagi pria usia 30 tahun ini. Sandi sudah bergabung dengan Laskar Wong Kito sejak 2016 saat SFC masih ditukangi oleh Pelatih Widodo.

Baca: Usai Tangkap Terduga Teroris di Riau, Densus 88 Bergerak ke Lampung, Ini Keterangan Mabes Polri

Ia memilih bertahan di SFC karena memiliki motivasi yang tinggi yakni ingin merasakan juara di Liga 1. 

“Makanya Sandi pilih bertahan karena materi yang bagus dan pelatih yang sangat bagus di persepakbolaan kita,” ujarnya.

Baca: Sumsel Bersholawat Berlangsung Hikmat dan Meriah

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help