Berita Baturaja

11 Hari Jelang Lebaran Harga Getah Karet di OKU Naik Rp 7.200 Perkilogram

Kurang lebih 2 minggu lagi jelang hari raya idul fitri petani karet di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu

11 Hari Jelang Lebaran Harga Getah Karet di OKU Naik Rp 7.200 Perkilogram
Tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
11 Hari Jelang Lebaran Harga Getah Karet di OKU Naik Rp 7.200 Perkilogram 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA – Kurang lebih 2 minggu lagi jelang hari raya idul fitri petani karet di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bisa tersenyum.

Pasalnya beberapa minggu terakhir harga getah karet mingguan mengalami kenaikan lebih kurang dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 7.200 per kilogram.

Naiknya harga getah karet ini, kata Yani (42) warga seorang petani di Baturaja sangat membantu dalam meningkatkan penghasilan petani.

Baca: Lihat Warga Desa Sakit di Areal Sawah, Apa yang Dilakukan Polisi ini Selanjutnya Tuai Pujian

Terlebih dalam momen melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan serta menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini kebutuhan pastinya mengalami peningkatan

“Biasanya harga getah karet di sini bertahan diharga Rp 6.000 sampai paling tinggi Rp 6.300 per kilogram.

Sekarang naik menjadi Rp 7.200 sampai per kilogram. Ini untuk getah karet Mingguan. Kenaikan sudah terjadi beberapa minggu terakhir,” ceritanya, Minggu (3/6/2018).

Baca: Dibeberkan ustaz Abdul Somad, Inilah Ciri-ciri Seseorang Mendapatkan Lailatul Qodar, Subhanallah!

Ia berharap agar harga karet bisa bertahan seperti ini. Bahkan kalau bisa kata dia bisa naik lagi sehingga kebutuhan di bulan puasa dan kebutuhan menyambut hari raya bisa terpenuhi.

“Paling tidak kalau harga karet seperti ini bertahan bisa beli baju lebaran," ceritanya.

Terpisah, Upri petani karet di Kecamatan LubukBatang mengaku, harga karet di desa mereka bertahan diangka Rp 7.200 ribu perkilogram tidak ada kenaikan ataupun penurunan.

Baca: Sekda Sumsel Pastikan Jalur Mudik Lebaran Aman #Gelar Rapat Koordinasi

“Normal seperti ini saja belum ada kenaikan atau penurunan. Harapan kami petani ini pastinya naik jangan sampai turun,” harapnya.

Untuk hasil getah karet sendiri katanya juga normal. Cuaca tahun ini sangat mendukung terhadap hasil panen karet.

Baca: Hari Jadi Kota Palembang, Gubernur Sumsel Ajak Masyarakat Tarik Manfaat Besar Asian Games

“Hasilnya bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami,”katanya.

Ia mengaku menjuak hasil kebun, getah karet itu yang usia mingguan.

Baca: Diposting Fahri Hamzah,Ini 7 Kampus Ternama Indonesia yang Terpapar Radikalisme,#SaveKampus

Dimaksud mingguan, usia karet sudah 7 hari selesai di sadap atau panen.

"Kami tidak jual karet bulanan. Jika jual karet bulanan kami rugi, karena banyak susutnya," cerita dia.

Baca: Hoax ! Inilah Fakta Sebenarnya Dibalik Foto Bayi yang Meninggal Usai Berpuasa Seharian,Ternyata

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved