Berita Baturaja

Sempat Ditangkap Densus 88 Karena Dicurigai Teroris, Ternyata Yansaladin Anak Purnawirawan AD

Yansaladin yang sempat diamankan Densus 88 AT mengaku bersyukur dan bahagia luar biasa begitu

Sempat Ditangkap Densus 88 Karena Dicurigai Teroris, Ternyata Yansaladin Anak Purnawirawan AD
Sripoku.com/Leni
Sempat Ditangkap Densus 88 Karena Dicurigai Teroris, Ternyata Yansaladin Anak Purnawirawan AD 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Yansaladin yang sempat diamankan Densus 88 AT mengaku bersyukur dan bahagia luar biasa begitu mendapat pemberitahuan bisa pulang karena tidak terbukti terlibat tindak terorisme.

Yan ditemui di kediamannya Dusun I RT 2 Desa Markisa Satuan Pemukiman (SP2) Kecamatan Lubukbatang Kabupaten OKU, Jumat (25/5/2018).

“Pokoknya rasa syukurnya melebihi dapat anak lagi,” tutur ayah satu anak ini seraya menambahkan dia tidak bisa bilang apa-apa lagi saat dikabari bisa berlebaran dengan keluarga di rumah karena tidak terbukti.

Yan mendapat informasi Kamis pagi dan setelah beres-beres Yan langsung diantar pulang ke kampung halamannya.

Suami dari Dewi Angraini ini mengaku selama menjalani pemeriksaan polisi dirinya diperlakukan sangat baik.

Petugas memberikan keleluasaan beribadah bahkan petugas sempat menanyakan menu kesukaannya untuk berbuka.

“Mereka hanya menjalankan tugas, saya tidak menaruh dendam sedikitpun kepada polisi yang sudah menangkap saya,” kata Yansaladin seraya menambahkan dia juga menerima ini sebagai takdir dan ujian yang harus dilewatinya dalam kehidupan.

Selama satu pekan diamankan polisi, menurut Yan yang menjadi pikirannya adalah puteranya yang masih berusia 4 tahun seperti selalu memanggil –manggil namanya menyuruh pulang.

Pria yang tercatat sebagai penduduk pertama Desa Markisa yang sejak kecil ikut orangtuanya purnawirawan AD dalami program Trans AD atau yang lebih populer transad sejak tahun 1991.

Ayahnya yang pensiunan TNI AD dengan pangkat terakhir Sersan Mayor Abdul Karim bersama ibunya Zubaida merupakan orang pertama yang menempati Satuan Pemukiman (SP2) Transad yang kini bernama Desa Markisa.

Halaman
123
Editor: Melisa Wulandari
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help