Teknologi Canal Blocking Berbahan Karet Alam Bisa Atur Level Air di Lahan Gambut

Penurunan emisi CO2 (karbondioksida) di lahan gambut dengan pengaturan tata kelola air menggunakan water level-canal blocking

Teknologi Canal Blocking Berbahan Karet Alam Bisa Atur Level Air di Lahan Gambut
tribunsumsel.com/Siemen Martin
Teknologi Canal Blocking Berbahan Karet Alam Bisa Atur Level Air di Lahan Gambut 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penurunan emisi CO2 (karbondioksida) di lahan gambut dengan pengaturan tata kelola air

menggunakan water level-canal blocking berbasis komposit karet alam, ditemukan oleh Pusat Penelitian Karet bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF)-Bappenas.

Hal itu juga sebagai teknologi untuk mitigasi bencana kebakaran di lahan gambut.

Baca: Sukse Jalani Operasi Miss V,Nikita Mirzani Keluhkan Kesakitan,Netizen Dibuat Bingung Soal Hal Ini!

Direktur Pusat Penelitian Karet, Dr Karyudi menjelaskan, Indonesia memiliki 15 juta hektare lahan gambut yang ada di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Tentunya sekitar 5 juta hektare bisa dimanfaatkan untuk perkembangan perkebunan maupun pertanian.

Namun yang jadi momok menakutkan, bila tidak diantisipasi maka menyebabkan kebakaran lahan dan hutan.

Baca: Serunya Asian Games Goes to School, Berhasil Masukkan Bola akan Dapat Kaos

"Selain kebakaran seperti El Nino 2015, tentunya bisa menyebabkan peningkatan emisi CO2,

sehingga teknologi canal blocking berbasis karet alam sangat perlu," ujar dia saat kegiatan Seminar yang diikuti oleh perusahaan perkebunan, akademisi dan media massa, Senin (7/5/2018).

Halaman
12
Penulis: Siemen Martin
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help