Ramadhan 1439 H
Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Inilah Kerugiannya, Mengerikan
Logikanya, setelah sahur langsung dilanjutkan ibadah salat subuh dan wirid yang cukup panjang maka matahari
TRIBUNSUMSEL.COM-Nabi Muhammad SAW telah memberika tuntunan bahwa makan sahur jangan ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya jadi sampai menjelang subuh atau waktu imsak.
Logikanya, setelah sahur langsung dilanjutkan ibadah salat subuh dan wirid yang cukup panjang maka matahari telah terbit dan sudah waktunya untuk bekerja.
Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan.
Baca: Memanas ! Saling Tuding Fadli Zon Versus Adian Napitupulu Bikin Karni Ilyas Lakukan Ini di Acara ILC
Baca: Bikin Kesleo Lidah, 9 Nama Anak Artis Ini Susah Banget Diucapkan, Artinya Apa Sih?
Baca: Astaga! Gara-gara Ketiak, 7 Artis Cantik Ini Jadi Korban Bully dan Banjir Nyinyiran
Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.
Ternyata dari sisi ilmu gizi dan kesehatan tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan.
Bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya sangat banyak.
Pramono, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dalam tulisannya kepada Tribunnews.com mengatakan dampaknya antara lain perut akan jadi buncit.
Karena saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.
Juga akan terjadi refluks, karena makanan belum dicerna maka bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur.
"Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit," tulis Pramono.
Normalnya isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah kita makan.
Tapi kalau posisi tubuh kita berada pada posisi baring.