Video Frame

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang

Venesia dari Timur membawa imajinasi tentang keindahan sebuah kota air bernuansa tropis dengan kanal-kanalnya.

VIDEO FRAME: Palembang, Venesia dari Timur yang Hilang
Youtube.com
VIDEO FRAME: Palembang, Venisia dari Timur yang Hilang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Venesia dari Timur membawa imajinasi tentang keindahan sebuah kota air bernuansa tropis dengan kanal-kanalnya.

Imajinasi itu luntur saat menyusuri jalanan di Kota Palembang yang dulu pernah menyandang sebutan itu.

Palembang masih punya Sungai Musi yang eksotis dengan kehidupan tepian sungai. Jembatan Ampera juga masih tegak anggun menghubungkan bagian hulu dan hilir kota Palembang

Di pelosok kota pun masih tersisa petak-petak rawa dengan hamparan bunga teratai nan memikat, tersembunyi di balik gedung-gedung megahnya. 

Baca: Mundur dari Cherrybelle, Kabar Artis Cantik ini Sungguh Mengejutkan, Kabarnya Jadi Dosen

Namun, sebutan Venice of the East atau Venisia dari Timur yang pernah disematkan penjajah Belanda pada ibu kota Sumatera Selatan itu begitu berkebalikan dengan kondisi sekarang. 

Proses daratanisasi atau alih fungsi rawa dan anak sungai menjadi daratan berlangsung di berbagai penjuru kota.

Di era penjajahan Belanda, Palembang merupakan kota di atas rawa dengan ratusan anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi. Kehidupan masyarakat pun berjalan dengan pola sosial dan budaya sungai yang khas.

Saat ini, wajah Palembang sulit dibedakan dari kota-kota besar Indonesia lainnya.

Baca: 3 Pekan Jadi DPO, Pelaku Begal Sadis di OKU Selatan Ini Akhirnya Berhasil Diciduk Polisi

Halaman
1234
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help