TribunSumsel/
Home »

Techno

» News

Masih Gagal Registrasi Ulang Kartu SIM? Tenang, Ini 3 Cara Agar Langsung Berhasil

Saat ini para pengguna telepon seluler di Indonesia diharuskan melakukan registrasi ulang kartu SIM-nya jika menggunakan jenis prabayar.

Masih Gagal Registrasi Ulang Kartu SIM? Tenang, Ini 3 Cara Agar Langsung Berhasil
Pamflet mengenai cara registrasi ulang kartu prabayar. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Saat ini para pengguna telepon seluler di Indonesia diharuskan melakukan registrasi ulang kartu SIM-nya jika menggunakan jenis prabayar.

Registrasi ulang mulai bisa dilakukan sejak Selasa (31/10/2017) hingga paling lambat 28 Februari 2018.

Pelanggan baru Telkomsel, XL Axiata, Tri, Indosat, dan SmartFren bisa registrasi dengan kirim SMS ke 4444.

Bagi pelanggan baru Telkomsel mengirim SMS dengan format: REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Sementara pelanggan baru XL bisa mengirim SMS dengan format: DAFTAR#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Sedangkan bagi pengguna baru Tri, Indosat, dan Smartfren, registrasi bisa mengirim SMS dengan format: (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Jika kamu pengguna lama Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, atau SmartFren, kamu bisa registrasi ulang melalui SMS ke 4444 dengan format: ULANG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Lalu bagaimana jika cara tersebut gagal?

Ada 3 cara bisa dipilih 1 di antaranya:

1. Silakan ulang sebanyak 5 kali, namun tetap gagal, biasanya akan muncul pesan berisi tindakan yang mesti dilakukan.

2. Silakan datang ke gerai operator dan melakukan pendaftaran secara manual.

3. Sebanyak 5 operator seluler membuka saluran pendafataran melalui laman resmi mereka.

Berikut link untuk registrasi ulang:

1. TELKOMSEL

2. INDOSAT

3. XL

4. TRI

5. SMARTFREN

Nama Ibu Kandung

Pada media sosial, beredar komentar jika registrasi kartu SIM prabayar memerlukan nama ibu kandung, seperti misalnya saat membuka nomor rekening atau keperluan administrasi.

Namun, ternyata itu tidak benar.

Kementerian Kominfo menyamapikan jika registrasi kartu SIM prabayar tak memerlukan nama ibu kandung.

"Dengan mempertimbangkan perlindungan terhadap informasi yang bersifat pribadi dan dalam rangka memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maka: Registrasi pelanggan jasa telekomunikasi tidak memerlukan data nama ibu kandung," demikian penggalan isi siaran pers Kementerian Kominfo bernomor 196/HM/KOMINFO/10/2017, tertanggal 18 Oktober 2017.

Jelasnya, pelanggan hanya perlu memasukkan NIK dan nomor KK.(*)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help