TribunSumsel/

Ditabrak Fuso Sampai Ringsek, Wanita ini Keluar dari Kolong Mobil, Kondisinya Mencengangkan

Sebuah Mukjizat dirasakan oleh Tarti (32), warga Jalan Musi HK Utama Karya Kecamatan Gandus ini.

Ditabrak Fuso Sampai Ringsek, Wanita ini Keluar dari Kolong Mobil, Kondisinya Mencengangkan
Kolase Tribunsumsel.com/ Slamet Teguh Rahayu

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sebuah Mukjizat dirasakan oleh Tarti (32), warga Jalan Musi HK Utama Karya Kecamatan Gandus Palembang ini.

Betapa tidak, meski terlibat kecelakaan di Jembatan Keramasan usai‎ ditabak fuso dan terseret hingga lima meter.

Tarti masih dalam keadaan selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Padahal saat kecelakaan itu, Tarti sempat masuk ke kolong fuso tersebut.

Setelah kejadian tersebut, Tarti langsung dibawa ke RSUD Palembang Bari untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Menggunakan selang pernapasan yang menempel dihidungnya.

Tarti menceritakan, peristiwa tersebut bermula saat ia hendak bekerja dari rumahnya menuju ke Jakabring dengan mengendari sepeda motor Viar miliknya.

"Saya itu mau ke Jakabaring pak, ada sedikit kerjaan, tapi malah begini," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel, Rabu (11/10/2017).

Tarti
Tarti (Tribunsumsel.com/ Slamet Teguh Rahayu)

Tarti mengatakan, sebelum kecelakaan itu, ia sempat mengerem karena ada mobil di depannya yang berhenti. Tapi tiba-tiba, dari arah belakang ada sebuah Fuso yang langsung menabraknya dan menyeretnya.

Bahkan menurut Tarti, tangan dan kepalanya sempat tertabrak motornya yang ikut terseret.

"Ada banyak mobil di belakang saya dan menabrak saya bertubi-tubi. Helm saya hancur pak. Motor saya juga rusak berat. Saat berhenti itu, saya ada dibawah kolong mobil, saya sudah ngucap mati saya, mati saya, dan tiba-tiba mobil itu berhenti," terangnya.

Kecelakaan
Kecelakaan (Kolase Tribunsumsel.com/ Slamet Teguh Rahayu)

Setelah mobil fuso itu berhenti, Tartipun lantas merayap dari kolong mobil ke luar.

Tarti mengaku, saat itu pandangannya sudah gelap, dan mengalami luka di tangan dan kepalanya.

"Saya merayap seperti latihan tentara. Setelah keluar baru orang-orang menolong sayang dan membawa saya ke rumah sakit," katanya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help