TribunSumsel/

Tidak Biasa, Rumah Tahfiz Dibangun dengan Sistem Knock Down Awet Hingga Ratusan Tahun

Bahkan menurut Rizal, rumah knock meski terbuat dari kayu, bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Tidak Biasa, Rumah Tahfiz Dibangun dengan Sistem Knock Down Awet Hingga Ratusan Tahun
TribunSumsel.com/Agung Dwipayana
Rumah tahfiz di Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dibangun dengan knock down atau lebih dikenal dengan rumah kayu bongkar pasang memang telah lama dikenal karena memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah beton pada umumnya. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Rumah knock down atau lebih dikenal dengan rumah kayu bongkar pasang memang telah lama dikenal karena memiliki ciri khas tersendiri dibanding rumah beton pada umumnya.

Selain bisa dipasang kapan dan di mana saja, rumah knock down bisa dirancang sesuai permintaan pembelinya.

Seperti rumah tahfiz di Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Letaknya dekat dengan alam, yakni di pinggir telaga, bangunan rumah tahfiz ini juga dibuat ala knock down, sehingga menjadikannya sangat unik dan nyaman bagi para santri.

H Ahmad selaku pimpinan rumah tahfiz mengungkapkan, diperlukan dana sebesar Rp 375 juta untuk membangun rumah tahfiz dengan panjang 20 meter dan lebar 12 meter ini.

"Kayunya saja kayu Merawan, kalau ditotal harga semuanya Rp 275 juta, sedangkan upah pengerjaan rumah tahfiz ini hampir Rp 100 juta," ujar Pimpinan Rumah Tahfiz Al-Ikhlas ini kepada TribunSumsel.com, Kamis (24/8/2017).

Rizal, pengusaha rumah knock down yang merancang rumah tahfiz Al-Ikhlas mengungkapan, perlu waktu dua bulan untuk membangun rumah tahfiz ini.

"Lama pembuatan bangunan knock down tergantung ukuran dan arsitektur bangunan itu," kata Rizal.

Menurut Rizal, biasanya ia menerima pesanan bangunan knock down berbentuk rumah, gazebo dan pondok.

Namun lanjutnya, permintaan berupa rumah tahfiz yang ukurannya cukup besar, tentu memakan waktu lebih lama.

"Arsitektur rumah disesuaikan dengan permintaan konsumen. Bahan membuat rumah umumnya dari kayu Meranti, Merawan, dan kayu Jati," terang Rizal.

Bahkan menurut Rizal, rumah knock meski terbuat dari kayu, bisa bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

"Yang paling bagus itu pakai kayu Jati, Merawan. Tapi kalau mau benar-benar awet, tentunya perawatan rumah kayu harus diperhatikan, harus dirawat betul," paparnya.

Selain diproduksi di daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), rumah knock down Rizal juga diproduksi ke luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Malang, Lombok dan Bali bahkan hingga ke negeri jiran Malaysia.

Terpisah, Camat Tanjung Batu, Azhari Adan mengatakan, industri rumah knock down merupakan ciri khas desa Tanjung Batu Seberang.

Menurutnya, rumah knock down sudah  terkenal di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.

"Bahkan pernah ada rumah knock down yang dikirim ke Spanyol. Ini memang merupakan karya warga kami yang patut diapresiasi dam merupakan kebanggaan warga Kecamatan Tanjung Batu, khususnya Desa Tanjung Batu Seberang," tukasnya.

 
 
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help