Uang Pecahan Baru Belum Terdeteksi di Mesin Setor Tunai

Hal inilah yang dirasakan salah satu nasabah bank Mandiri, Tama (32), ia mengaku kesulitan saat hendak melakukan transaksi setor tunai di mesin ATM

Uang Pecahan Baru Belum Terdeteksi di Mesin Setor Tunai
TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA TRISNAWATI
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--´┐╝Meski Bank telah menyediakan ATM Setor Tunai, untuk memudahkan nasabah supaya tidak perlu repot mengantri di teller bank, dan bisa setor tunai kapan pun tanpa terikat jam kerja. Akan tetapi, bagi uang pecahan baru belum "terdeteksi" di ATM Setor Tunai yang ada di bank.

Hal inilah yang dirasakan salah satu nasabah bank Mandiri, Tama (32), ia mengaku kesulitan saat hendak melakukan transaksi setor tunai di mesin ATM setor tunai Bank Mandiri yang berlokasi di Jalan Kapten A Rivai, Palembang.

Menurutnya, saat hendak transaksi setor setor tunai sebesar Rp 500 ribu dengan penggunakan pecahan Rp 50 ribu uang tahun emisi 2016, mesin setor tunai menyatakan transaksi yang dilakukan dinyatakan gagal.

“Tidak tahu masalahnya, tapi setelah saya mencoba menggunakan uang seri lama transaksinya berhasil,” kata pria yang mengaku bos karet ini, Rabu (5/4/2017).

Tama menyayangkan hal ini dapat terjadi, apalagi uang emisi tahun 2016 yang dimilikinya berasal dari mesin ATM perbankan serupa.

“Jadi aneh, bank saja jelas-jelas tidak menerima setoran. Padahal kan mereka (bank) yang mengedarkan,” tuturnya.

Kondisi serupa ternyata juga ditemui pada mesin setor tunai perbankan lainya.

Seperti di mesin setor tunai BNI yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman atau persisnya dalam lingkungan Kantor Wilayah BNI Palembang.

"Saya coba di ATM setor tunai di situ dengan menggunakan uang edisi baru, tapi ditolak. Sehingga saya harus menukarkan dulu dengan uang edisi pecahan lama," cap Saputra, warga Tanjung Barangan ini.

Meski telah dikonfirmasi, pihak Bank Mandiri belum dapat memberikan keterangan mengenai layanan perbankan yang menolak transaski rupiah tahun emisi 2016 ini.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help