OTT KPK di Muara Enim

6 Fakta Kasus OTT KPK di Muara Enim yang Melibatkan Bupati Edison, Keponakan hingga Sekdis

Pada Selasa (9/6/2026), KPK resmi meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan dan menetapkan Bupati Edison bersama beberapa pihak lainnya sebagai

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/@humaspimpinan_muaraenim
JADI TERSANGKA -- KPK resmi menahan Bupati Edison dan tiga orang lainnya terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ringkasan Berita:
  • KPK resmi menahan Bupati Edison dan tiga orang lainnya terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Tim penyidik mengamankan 10 orang di Jakarta dan Sumsel, serta menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah hasil operasi senyap.
  • Kasus ini dinilai Pengamat Kebijakan Publik Unsri sebagai alarm keras atas rapuhnya tata kelola birokrasi daerah akibat beban biaya politik yang tinggi.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM -- Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan menjadi sasaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pada Senin (8/6/2026). 

Kasus tersebut langsung memicu perhatian luas setelah penyidik melakukan serangkaian penggeledahan dan penyegelan di dua instansi penting yakni Dinas Pendidikan Muara Enim dan Kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Berikut kumpulan fakta kasus suap pengadaan proyek di lingkungan Kabupaten Muara Enim yang turut menjerat nama sang bupati.

Baca juga: Daftar 4 Tersangka Kasus OTT Bupati Muara Enim Edison, Ada Keponakan hingga Sekdis

1. Penyegelan dan OTT KPK di Muara Enim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, pada Senin (8/6/2026).

Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik mengamankan sejumlah pihak yang diduga kuat termasuk Bupati Muara Enim, H. Edison

Penindakan ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto, di mana lembaga antirasuah kini memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring.

Guna mengamankan barang bukti, tim KPK yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian melakukan penyegelan maraton hingga pukul 16.00 WIB di beberapa lokasi strategis. 

Lokasi yang disterilisasi meliputi rumah dinas Asisten II, ruang kerja dan rumah dinas Bupati Muara Enim, serta lima ruangan vital di Kantor Dinas Pendidikan Muara Enim. 

Lima ruangan tersebut mencakup Ruang Perencanaan, Ruang Sarana dan Prasarana, Ruang Sekretaris, Ruang Keuangan, hingga Ruang Bidang Kebudayaan.

2. Jumlah Pihak yang Diamankan dan Barang Bukti

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi lewat pesan WhatsApp bahwa tim penindak mengamankan total 10 orang dari lokasi operasi yang terbagi atas unsur birokrasi dan swasta.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan 10 orang di wilayah Jakarta dan Sumatra Selatan," ujar Budi.

"Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta," katanya.

Dalam operasi penangkapan tersebut, tim KPK berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah.

“Untuk barang bukti sejauh ini terinformasi ada uang tunai sendiri ratusan juta rupiah,” jelas Budi.

TERSANGKA KASUS SUAP- Cory Erin Hardi, satu dari pihak swasta yang terlibat kasus dugaan suap yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Edison
TERSANGKA KASUS SUAP- Cory Erin Hardi, satu dari pihak swasta yang terlibat kasus dugaan suap yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Edison (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

3. Respons Internal Pemkab Muara Enim

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved