OTT KPK di Muara Enim

Kondisi Terkini Rumah Dinas Bupati Muara Enim usai Edison Ditangkap KPK

Tampak dari kejauhan, pagar besi penutup rumah dinas Bupati yang biasanya terbuka lebar, terlihat tertutup. 

Tayang:
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Weni Wahyuny
Sripoku.com/Ardani Zuhri
TERTUTUP - Rumah dinas Bupati Muara Enim pascapenangkapan OTT KPK tertutup rapat, Selasa (9/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rumah dinas Bupati Muara Enim tampak sepi pasca-OTT KPK
  • Pagar rumah dinas terlihat tertutup rapat tidak seperti biasanya
  • Kegiatan di Balai Agung Serasan Sekundang terpantau lengang
  • Personel Satpol PP tetap melakukan penjagaan di lokasi

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Pascapenangkapan Bupati Muara Enim Edison bersama pejabat Pemkab Muara Enim lainnya, kondisi rumah dinas Bupati Muara Enim tampak sepi, tak seperti biasanya.

Dari pengamatan Sripoku.com di lapangan, Selasa (9/6/2026), tampak dari kejauhan, pagar besi penutup rumah dinas Bupati yang biasanya terbuka lebar, terlihat tertutup. 

Untuk kegiatan Pemkab Muara Enim terlihat sepi di Balai Agung Serasan Sekundang (BASS) Muara Enim. Namun untuk penjagaan masih tetap dijaga oleh Satpol PP Muara Enim.

Diketahui, Bupati Muara Enim Edison ditangkap KPK pada Senin (8/6/2026).

Sebelum diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Muara Enim Edison masih melakukan aktivitas biasa, bahkan sempat memimpin apel bulanan dan meluncurkan program Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau di Kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).

Dari pengamatan dan informasi di lapangan kemarin, Bupati Muara Enim Edison, sekira pukul 07.30 WIB, memimpin kegiatan apel bulanan sekaligus penyerahan keputusan pensiun PNS Pemkab Muara Enim, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kendaraan ambulans dan mobil toilet dari PT KAI Drive Palembang kepada Bupati Muara Enim di halaman Pemkab Muara Enim.

Lalu pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan kegiatan kick-off Program RUMPUN HIJAU (Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) di Kabupaten Muara Enim di ruang rapat Pangripta Nusantara Muara Enim.

Setelah itu, pukul 11.00 WIB, dijadwalkan akan menerima audiensi dengan pengurus Wilayah Muslimat NU Sumsel dan Muara Enim di rumah dinas Bupati Muara Enim.

Lalu, pada saat inilah, diduga KPK mendatangi rumah dinas Bupati Muara Enim dan mengamankan Bupati Muara Enim.

Bahkan Bupati sempat mengganti pakaian dari PDH PNS kuning khaki dengan setelan kemeja warna biru lengan panjang dan celana panjang warna hitam.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Bupati Muara Enim Edison oleh KPK Diduga di Rumah Dinas

Sempat Ditanya Wartawan Soal OTT

Selama mengikuti dua kegiatan, situasi masih tenang, bahkan Edison masih bersemangat untuk diwawancarai masalah kegiatan yang baru dibukanya, meski sudah ada santer adanya penangkapan stafnya yakni Asisten II Perekonomian dan Pembangunan inisial RK dan Sekretaris Diknas Muara Enim inisial AM.

Bahkan awak media sempat berinisiatif menanyakan masalah isu yang berkembang tersebut, namun bupati langsung menolak untuk memberikan keterangan dengan alasan isu tersebut belum jelas.

Lalu, sekira pukul 14.00 - 15.00 WIB, para awak media baru mendapatkan informasi jika ada tim APH melakukan penyegelan di kantor Dinas Pendidikan Muara Enim.

Mendapatkan informasi tersebut, langsung meluncur dan ketika tiba di lokasi baru diketahui bahwa tim APH dengan pengawalan Kepolisian tersebut ternyata dari KPK yang dibuktikan dengan kertas segel yang bertuliskan KPK di lima ruangan di Kantor Diknas dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.

Baca juga: Daftar 4 Bupati Muara Enim yang Terjerat Kasus Korupsi, Ada Juarsah hingga Edison dalam Satu Dekade

Selain itu, tim penyidik KPK, di gedung Kantor Bupati Muara Enim melakukan penyegelan ruang tunggu dan Ruang Kerja Bupati Muara Enim, dan Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved