OTT KPK di Muara Enim
Kronologi Penangkapan Bupati Muara Enim Edison oleh KPK Diduga di Rumah Dinas
Diduga KPK mendatangi rumah dinas Bupati Muara Enim dan mengamankan Bupati Muara Enim.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim, Edison.
- Sebelum ditangkap, Edison sempat memimpin apel bulanan dan meluncurkan program Rumpun Hijau.
- KPK menyegel sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kantor Bupati Muara Enim.
- Penangkapan dilakukan di rumah dinas bupati dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Sebelum diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Muara Enim Edison masih melakukan aktivitas biasa, bahkan sempat memimpin apel bulanan dan meluncurkan program Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau di Kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/2026).
Dari pengamatan dan informasi di lapangan, Bupati Muara Enim Edison, sekira pukul 07.30 WIB, memimpin kegiatan apel bulanan sekaligus penyerahan keputusan pensiun PNS Pemkab Muara Enim, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kendaraan ambulans dan mobil toilet dari PT KAI Drive Palembang kepada Bupati Muara Enim di halaman Pemkab Muara Enim.
Lalu pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan kegiatan kick-off Program RUMPUN HIJAU (Ruang Masyarakat dan Perempuan Hidupkan Inisiatif Hijau) di Kabupaten Muara Enim di ruang rapat Pangripta Nusantara Muara Enim.
Setelah itu, pukul 11.00 WIB, dijadwalkan akan menerima audiensi dengan pengurus Wilayah Muslimat NU Sumsel dan Muara Enim di rumah dinas Bupati Muara Enim.
Lalu, pada saat inilah, diduga KPK mendatangi rumah dinas Bupati Muara Enim dan mengamankan Edison.
Bahkan Bupati sempat mengganti pakaian dari PDH PNS kuning khaki dengan setelan kemeja warna biru lengan panjang dan celana panjang warna hitam.
Baca juga: Daftar 4 Bupati Muara Enim yang Terjerat Kasus Korupsi, Ada Juarsah hingga Edison dalam Satu Dekade
Sempat Ditanya Wartawan Soal OTT
Selama mengikuti dua kegiatan, situasi masih tenang, bahkan Edison masih bersemangat untuk diwawancarai masalah kegiatan yang baru dibukanya, meski sudah ada santer adanya penangkapan stafnya yakni Asisten II Perekonomian dan Pembangunan inisial RK dan Sekretaris Diknas Muara Enim inisial AM.
Bahkan awak media sempat berinisiatif menanyakan masalah isu yang berkembang tersebut, namun bupati langsung menolak untuk memberikan keterangan dengan alasan isu tersebut belum jelas.
Lalu, sekira pukul 14.00 - 15.00 WIB, para awak media baru mendapatkan informasi jika ada tim APH melakukan penyegelan di kantor Dinas Pendidikan Muara Enim.
Mendapatkan informasi tersebut, langsung meluncur dan ketika tiba di lokasi baru diketahui bahwa tim APH dengan pengawalan Kepolisian tersebut ternyata dari KPK yang dibuktikan dengan kertas segel yang bertuliskan KPK di lima ruangan di Kantor Diknas dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.
Baca juga: Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK
Selain itu, tim penyidik KPK, di gedung Kantor Bupati Muara Enim melakukan penyegelan ruang tunggu dan Ruang Kerja Bupati Muara Enim, dan Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.
Selain itu, Rumah Dinas Bupati Muara Enim juga turut disegel oleh penyidik KPK. Informasi yang beredar menyebutkan Bupati Muara Enim H. Edison turut diamankan di Rumah Dinas sekira pukul 15.00 WIB dan langsung dibawa ke Palembang menuju Jakarta.
Dari informasi yang dihimpun, tim penyidik KPK berjumlah belasan tersebut datang ke Muara Enim terbagi dalam dua tim.
Mereka menggunakan sejumlah kendaraan, di antaranya Toyota Innova Reborn hitam BG 1781 HJ, Toyota Avanza hitam BG 1762 ZZ, Toyota Avanza putih BG 1967 ZI, serta Toyota Avanza silver BG 1223 AAM. Kedatangan lembaga antirasuah itu turut didampingi pengawalan dari pihak Polres Muara Enim.
Dugaan Kasus
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
| Daftar 4 Bupati Muara Enim yang Terjerat Kasus Korupsi, Ada Juarsah hingga Edison dalam Satu Dekade |
|
|---|
| Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Edison Kena OTT KPK, NasDem Sumsel Tegaskan: Beliau Bukan Kader Kami |
|
|---|
| Pasca-OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Muara Enim Edison di Pakjo Palembang Tampak Lengang |
|
|---|
| Malam Ini Diperiksa di Polda Sumsel, KPK Bakal Boyong Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kronologi-edison-bupati-muara-enim-kena-ott.jpg)