Berita Ogan Ilir
Tunjangan Lambat dan Dipotong, Ketua BPD se-Indralaya Utara 'Geruduk' Kantor Camat
Ketua BPD se-Kecamatan Indralaya Utara memprotes keterlambatan pembayaran dan penurunan nilai nominal tunjangan.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Ketua BPD se-Kecamatan Indralaya Utara memprotes keterlambatan pembayaran dan penurunan nilai nominal tunjangan.
- Melalui Camat Indralaya Utara, mereka menuntut pembayaran tunjangan bulanan via rekening.
- Selain itu mereka juga menuntut agar tergabung dalam kepesertaan dalam program kesehatan dan ketenagakerjaan yang jelas.
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, mendatangi kantor Camat Indralaya Utara sebagai tempat perwakilan menyampaikan protes terkait tunjangan yang lambat dibayarkan.
Baik itu pembayaran dalam bentuk periodik yang tidak tentu, maupun dalam jumlah nominal tetap.
Perwakilan massa, Herman Sawiran, mengatakan, tunjangan para ketua BPD juga nilainya diturunkan dengan alasan efisiensi anggaran.
Herman menyebut lambannya tunjangan turun dan sudah dua kali momen hari raya Islam sebelumnya tunjangan tersebut belum turun.
"Kami menyampaikan aspirasi, menuntut hak-hak kami," kata Herman kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (26/5/2026).
Berikut pernyataan sikap ketua BPD se-Kecamatan Indralaya Utara tersebut disampaikan melalui Camat Indralaya Utara:
Pembayaran tunjangan BPD diusulkan melalui rekening, sama seperti perangkat desa dan diharapkan dapat dibayar sebulan sekali seperti ASN dan pegawai pemerintahan serta instansi lainnya.
"Sehingga tidak terjadi lagi ketika memasuki hari besar Islam seperti Idulfitri dan Iduladha, tunjangan BPD dan perangkat desa tidak bisa dibayarkan. Mengingat kami juga memiliki keluarga di rumah yang menunggu untuk merayakan momen kebahagiaan tersebut," tutur Herman.
Diharapkan BPD juga diikutsertakan dalam program kesehatan dan ketenagakerjaan yang jelas.
"Mengingat tahun 2025 pernah ada pemotongan tunjangan untuk BPJS Kesehatan BPD sebesar Rp34 ribu per bulan dalam termin 1 yaitu empat bulan. Namun selanjutnya tidak lagi dipotong tunjangan karena BPD tidak dikaitkan dalam program Jaminan Kesehatan," ungkap Herman.
Camat Indralaya Utara, Wahyudi, berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke Pemkab Ogan Ilir.
"Kami menyambut baik aspirasi rekan-rekan para kepala BPD. Tentunya ini akan disampaikan kepada pimpinan selaku pemangku kebijakan," kata Wahyudi dihubungi terpisah.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Penampakan Rest Area Tipe A di Ruas Tol Palembang-Betung Seksi 3 Rampung, Usung Ornamen Tanjak |
|
|---|
| Pagar Jembatan Ketapang II Ogan Ilir Sepanjang 20 Meter Ambruk ke Sungai, Warga Resah |
|
|---|
| Mengaku Sepi Job, Buruh Harian di Pemulutan Ogan Ilir Nekat Alih Profesi Jadi Pengedar Sabu |
|
|---|
| Layanan Jalan Tol Trans Sumatera Tetap Berjalan Normal di Tengah Pemeliharaan Jaringan Listrik |
|
|---|
| Curi Kabel Antipetir Petir, Liciknya Pria di Pemulutan Ogan Ilir Pura-Pura Kencing saat Dipergoki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tunjangan-Lambat-dan-Dipotong-Ketua-BPD-se-Indralaya-Utara-Layangkan-Protes.jpg)