Berita Pemkan OKU Timur
OKU Timur Pacu Percepatan Tanam Hadapi El Nino, Enos Tekankan Ketahanan Pangan Harus Dijaga Bersama
Bupati OKU Timur Lanosin menegaskan gerakan tanam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi daerah menjaga ketahanan pangan
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Pemkab OKU Timur mempercepat Gerakan Tanam sebagai antisipasi dampak El Nino.
- Bupati Enos menegaskan ketahanan pangan harus dijaga melalui kerja bersama pemerintah, penyuluh dan petani.
- OKU Timur menargetkan produksi 1 juta ton GKG tahun 2026 lewat percepatan tanam dan optimalisasi lahan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur mulai mempercepat langkah antisipasi menghadapi ancaman musim kering akibat fenomena El Nino melalui Gerakan Tanam (Gertam) yang dipusatkan di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur.
Bupati OKU Timur Lanosin menegaskan gerakan tanam bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi daerah menjaga ketahanan pangan sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian di tengah potensi perubahan cuaca ekstrem.
Menurutnya, percepatan masa tanam menjadi langkah penting agar petani tidak kehilangan momentum produksi saat musim kemarau mulai berlangsung.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi lahan pertanian serta memperkuat pendampingan melalui penyuluh di lapangan.
“Gerakan ini bukan hanya menanam secara serentak, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan harus dijaga dari sekarang. Pemerintah, penyuluh dan petani harus bergerak dalam satu irama,” kata Enos, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai OKU Timur sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Sumatera Selatan memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas produksi padi.
Target produksi 1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2026, lanjutnya, hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif dan konsistensi seluruh pihak.
Enos juga menekankan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga kelompok tani menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian tetap stabil di tengah ancaman El Nino.
Gerakan tanam tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Plus, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para penyuluh pertanian.
Kegiatan gerakan tanam serentak tingkat provinsi dibuka langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melalui Zoom Meeting.
Dalam arahannya, Herman Deru menyebut Sumatera Selatan memiliki potensi besar memperkuat posisi sebagai salah satu sentra pangan nasional.
Ia optimistis target produksi 5 juta ton GKG tingkat provinsi dapat dicapai dari total lahan baku sawah sekitar 579 ribu hektare apabila ritme tanam dan produktivitas lahan terus dijaga.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan luas lahan, tetapi juga ketepatan pola tanam, ketersediaan sarana produksi, serta sinergi antara pemerintah dan petani.
Melalui Gerakan Tanam tersebut, Pemkab OKU Timur berharap percepatan tanam dapat berjalan lebih merata di berbagai wilayah sentra pertanian sehingga produksi padi tetap terjaga meski dihadapkan pada perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pemkab-Oku-timur-dan-jajaran-pertanian.jpg)