Berita Empat Lawang

Curah Hujan Tinggi, Mayoritas Pohon Durian di Empat Lawang Gagal Berbuah

Mayoritas pohon durian dilaporkan tidak berbuah, sehingga pasokan di pasaran menurun dan harga jual menjadi lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Sahri Romadhon
TAK BERBUAH - Pohon durian tidak berbuah di kawasan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Jumat (24/4/2026), petani menyebut cuaca yang didominasi hujan menjadi penyebab mayoritas durian tidak berbuah. 

Ringkasan Berita:
  • Mayoritas pohon durian di Empat Lawang gagal berbuah akibat cuaca hujan yang intens dalam beberapa waktu terakhir.
  • Produksi hanya tersisa di Muara Pinang dan itupun terbatas, sehingga harga durian di pasaran menjadi lebih tinggi.
  • Petani mengeluhkan putik durian banyak rontok akibat hujan, membuat musim panen yang biasanya menggerakkan ekonomi warga menjadi lesu.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Cuaca yang didominasi hujan berdampak besar terhadap hasil panen durian di Kabupaten Empat Lawang, Jumat (24/4/2026).

Mayoritas pohon durian dilaporkan tidak berbuah, sehingga pasokan di pasaran menurun dan harga jual menjadi lebih tinggi dibanding musim sebelumnya.

Meski saat ini mulai bermunculan pedagang durian, jumlah buah yang tersedia masih terbatas.

Dari sejumlah wilayah, hanya kawasan Muara Pinang yang terpantau masih menghasilkan buah, meski tidak dalam jumlah banyak.

Baca juga: Durian Asal Jambi Mulai Banjiri PALI, Harganya Mulai Rp 10 Ribu Hingga Rp 50 Ribu Perbuah

Baca juga: Durian Asal Empat Lawang Hingga Lubuklinggau Banjir Pagar Alam, Harganya Rp 25 Ribu-Rp 50 Ribu

Sementara itu, sentra durian lainnya seperti Tebing Tinggi, Lintang Kanan, dan Pendopo belum menunjukkan hasil panen.

Padahal, perkebunan durian di Empat Lawang dikenal sebagai pohon produktif dengan hasil melimpah dan cita rasa khas. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Hasan, salah seorang pemilik kebun durian di Muara Pinang, mengungkapkan dari puluhan pohon miliknya, hanya empat pohon yang berbuah dan itupun tidak lebat.

“Beberapa tahun terakhir memang tidak seperti dulu. Buah sedikit, bahkan sering habis dimakan tupai dan simpai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, curah hujan tinggi menjadi penyebab utama gagalnya putik durian berkembang menjadi buah.

“Mungkin karena hujan lebat, banyak putik yang rontok atau gagal menempel hingga jadi buah,” tambahnya.

Kondisi ini juga dikeluhkan banyak petani lainnya.

Musim panen durian yang biasanya dinanti sebagai penggerak ekonomi warga kini tidak lagi memberikan dampak signifikan akibat hasil panen yang minim.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved