Truk Batu Bara Dirazia Dishub Muratara

Polres Muratara Periksa 4 Petugas Dishub Buntut Viral Truk Batu Bara Disebut Dikawal Oknum Polisi

Satreskrim Polres Muratara memanggil empat petugas Dishub buntut viral diduga oknum polisi disebut menjadi 'beking' truk batu bara agar bisa melintas.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Facebook/Lubuklinggauklik
TRUK TERJARING RAZIA -- Truk yang viral terjaring razia Dishub Muratara. Perekam video menyebut truk tersebut dikawal polisi. Kasat Lantas Polres Muratara, AKP Abdul Karim buka suara. 

Ringkasan Berita:
  • Satreskrim Polres Muratara memanggil empat petugas Dishub Muratara buntut viral diduga oknum polisi disebut menjadi 'beking' truk batu bara agar bisa melintas.
  • Polisi belum bisa memastikan kebenaran identitas pengawal tersebut karena kejadian berlangsung cepat pada malam hari.
  • Satreskrim Polres Muratara akan menanyakan langsung apakah pihak Dishub benar-benar membuka terpal untuk melihat atau tidak, apakah isinya batu bara atau bukan.

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA -- Polisi Musi Rawas Utara (Muratara) buka suara terkait viral diduga oknum polisi disebut menjadi 'beking' truk batu bara agar bisa melintas.

Sebelumnya, viral di media sosial Facebook, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menindak mobil batu bara yang melintas.

Penindakan ini sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Selatan Nomor 500.1/004/Int Gub/2025 tentang larangan angkutan batu bara melintas di jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Namun, mobil truk batu bara yang distop oleh Dishub saat melintas di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ini mengaku dikawal polisi.

Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin, menyampaikan bila saat ini pihaknya tengah memanggil empat orang dari Dishub Kabupaten Muratara untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sekarang kita memanggil Dishub Muratara untuk dimintai klarifikasi terkait video tersebut," ujarnya kepada wartawan.

Baca juga: Truk Batu Bara Dirazia Dishub Muratara, Viral Disebut Dikawal Polisi, Kasat Lantas Buka Suara

Namun, untuk hasilnya belum diketahui. Nasirin menyebut karena peristiwa itu terjadi pada malam hari, pihaknya tidak bisa memastikan apakah benar oknum polisi atau bukan.

"Mereka akan klarifikasi, mungkin diduga karena capek atau apa, berdasarkan namanya malam atau apa," ungkapnya.

Nasirin pun menyebutkan sebanyak empat orang pegawai Dishub dimintai keterangan, terutama mereka yang piket pada malam hari.

"Hasil penyelidikan, kejadian itu pada Rabu (1/4/2026) malam, jadi untuk hasilnya mobil yang distop itu apa sekarang belum tahu, karena cepat. Itulah kita tanya dulu dengan mereka," ujarnya.

Untuk memastikan itu, Satreskrim akan menanyakan langsung apakah pihak Dishub benar-benar membuka terpal untuk melihat atau tidak, apakah isinya batu bara atau bukan.

"Jangan sampai praduga-praduga oknum-oknum kita tidak tahu, sekalian supaya jelas," ungkapnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved