Berita OKU Timur

Jalan Rusak di Negeri Agung OKU Timur Hambat Distribusi Panen, Warga Harap Perhatian Pemerintah

Warga Dusun I Desa Negeri Agung, OKU Timur mengeluhkan jalan rusak yang merupakan akses utama menuju kebun dan sawah.

Dokumentasi/Warga
JALAN RUSAK -- Kondisi jalan rusak di Dusun I Desa Negeri Agung, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, OKU Timur, dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas mengangkut hasil panen, Selasa (27/1/2026). Warga berharap pemerintah desa segera melakukan pembangunan jalan setapak demi kelancaran distribusi hasil pertanian. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun I Desa Negeri Agung mengeluhkan jalan rusak di belakang Kantor Kepala Desa yang menjadi akses utama menuju sawah dan kebun.
  • Kondisi jalan tanah gembur semakin parah saat musim hujan, menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat saat mengangkut hasil panen.
  • Warga berharap pemerintah desa segera memperbaiki jalan tersebut agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Warga Dusun I Desa Negeri Agung, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang berada di belakang Kantor Kepala Desa.

Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju kebun dan sawah, namun hingga kini belum tersentuh pembangunan.

Kondisi jalan yang masih berupa tanah gembur dinilai sangat menyulitkan warga, terutama saat musim penghujan.

Akibatnya, aktivitas mengangkut hasil panen baik padi maupun hasil kebun tahunan menjadi terhambat, bahkan berisiko kecelakaan.

Salah satu warga, Dian, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang berarti.

“Kami susah kalau mau mengeluarkan hasil panen, karena jalannya masih tanah. Apalagi sekarang musim hujan, jangankan mobil, motor saja susah lewat,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Dibonceng Bibi, Pelajar di OKU Timur Tewas Kecelakaan Maut Usai Motornya Gagal Nyalip Truk

Menurutnya, jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan.

Warga berharap pemerintah desa dapat mendengarkan aspirasi mereka demi terciptanya pemerataan pembangunan di wilayah desa.

“Kami ingin ada pembangunan jalan setapak supaya tiap panen kami tidak kesulitan lagi mengeluarkan padi,” tambah Andi.

Keluhan serupa juga disampaikan Fedy, warga setempat yang memiliki kebun buah tahunan. Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan rusak kerap menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim panen duku.

“Kalau musim duku, kami sering kecelakaan saat mengeluarkan peti duku. Akhirnya kami mutar cari jalan yang sudah bagus, tapi jaraknya jauh,” ungkapnya.

Ia juga menilai kondisi tersebut mencerminkan belum meratanya pembangunan infrastruktur di desa.

Ia membandingkan dengan akses jalan di wilayah lain yang sudah dicor beton.

“Di sebelah sana jalannya sudah dicor, tapi di tempat kami belum. Terasa tidak adil,” katanya.

Ia berharap pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Negeri Agung, dapat segera memperhatikan kondisi jalan tersebut. 

Mereka menegaskan tidak pernah menuntut berlebihan, namun kondisi jalan yang semakin rusak membuat aktivitas ekonomi warga kian terhambat.

“Jangan dibeda-bedakan, kami juga ingin jalan yang bagus. Kalau bisa sebelum musim panen nanti jalan kami sudah diperbaiki,” pungkasnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved