Pemuda Tersambar Petir di OKU Selatan

Kronologi Pemuda Tewas Tersambar Petir di OKU Selatan, Satu Remaja Putri Alami Luka Bakar Serius

Sambaran petir menewaskan Taufik alias Tupik (21), pemuda di OKU Selatan. Sedangkan remaja putri AY (17) mengalami luka serius.

Tayang:
Instagram/Instagram/Muaraduakece
TERSAMBAR PETIR - Taufik alias Tupik (21), remaja di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel, tewas tersambar petir, Sabtu (10/1/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Peristiwa tragis terjadi di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan pada Sabtu, 10 Januari 2026. 
  • Dua orang remaja menjadi korban sambaran petir saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
  • Kejadian bermula saat Taufik (21) dan rekan perempuannya, AY (17), sedang berbincang di teras rumah.

TRIBUNSUMSEL.COM - Sepasang anak muda di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel, Sabtu (10/1/2026) menjadi korban tersambar petir saat hujan mengguyur desanya.

Akibat kejadian tersebut, Taufik alias Tupik (21) tewas tak lama usai mendapat perawat medis. 

Sementara, korban lainnya remaja perempuan berinisial AY (17), warga Kecamatan Buay Pemaca, mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.

Kasi Humas Polres OKU Selatan, AKP Amir Hamzah mengatakan kejadian tersebut terjadi saat kedua korban diketahui sedang duduk berbincang di teras rumah Taufik.

DISAMBAR PETIR -- Suasana rumah duka di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (10/1/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menewaskan seorang pemuda, sementara seorang remaja perempuan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
DISAMBAR PETIR -- Suasana rumah duka di Desa Gunung Cahya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (10/1/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menewaskan seorang pemuda, sementara seorang remaja perempuan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (Instagram/Muaraduakece)

Saat itu, cuaca tiba-tiba berubah mendung, disusul hujan deras yang disertai angin kencang dan kilatan petir.

“Keduanya kemudian memutuskan masuk ke dalam rumah. Namun, saat hendak masuk, petir menyambar dan mengenai kedua korban,” ujarnya.

Baca juga: Sambaran Petir Saat Hujan Deras Tewaskan Pemuda di OKU Selatan, Seorang Remaja Putri Kritis

Sambaran petir tersebut membuat kedua korban terhempas ke lantai dan tidak sadarkan diri.

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong segera berdatangan untuk memberikan pertolongan, meski hujan masih mengguyur deras.

“Saya dengar teriakan minta tolong. Begitu sampai, keduanya sudah tergeletak di lantai,” ujar Agus, tetangga korban yang pertama kali tiba di lokasi kejadian.

Warga kemudian mengevakuasi kedua korban ke rumah bidan Desa Gunung Cahya sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Muaradua.

Namun, nyawa Taufik tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah mendapat penanganan medis.

Sementara itu, AY mengalami luka bakar berat akibat sambaran petir dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara, Kepala Desa Gunung Cahya, Heri Hafizah, juga membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan korban laki-laki merupakan warganya, sedangkan korban perempuan berasal dari luar desa.

“Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan. Untuk korban perempuan, keluarganya sudah berada di rumah sakit dan saat ini masih dalam penanganan tim medis,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras disertai petir yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa. Laily Fajrianti/ CHOIRUL RAHMAN/ Tribun Sumsel

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved