Ayah Pratama Arhan Meninggal
Ayah Pratama Arhan Meninggal Dunia, Sempat Mengidap Penyakit Jantung
Sutrisno ayah dari pesepak bola timnas Indonesia, Pratama Arhan meninggal dunia hari ini, Minggu
Ringkasan Berita:
- Ayah Pratama Arhan, Sutrisno, meninggal dunia di Blora setelah sempat dirawat.
- Sutrisno dikenal sebagai sosok sederhana, petani pekerja keras.
- Riwayat sakit Sutrisno sempat mengidap jantung dan paru-paru
TRIBUNSUMSEL.COM -- Sutrisno ayah dari pesepak bola timnas Indonesia, Pratama Arhan meninggal dunia hari ini, Minggu (7/12/2025) di kampung halaman Blora, Jawa Tengah.
Sebelum meninggal dunia, ayah Arhan diketahui memang sempat dirawat di rumah sakit.
Hal ini diketahui dari sepupu Pratama Arhan yaitu Imam Juna membagikan foto saat dirinya mendampingi keluarga Arhan di rumah sakit.
Tampak dalam foto, Imam memotret penampakan separuh badan dengan kaki menapak di lantai rumah sakit dalam kondisi lemah dan lemas.
Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah ayah Arhan dinyatakan meninggal dunia.
“Tiada kata lagi, “ tulisnya dibubuhi stiker bunga mawar merah layu melansir dari Bangkapos.com.
Sutrisno sempat dikabarkan mengalami sakit jantung dan paru-paru.
"Bapaknya soalnya sedang sakit, dia pernah sakit jantung atau paru-paru," kata tetangga rumah orang tua Pratama Arhan, Warti dikutip dari program Insert Investigasi, Minggu (7/9/2025).
Bahkan, mantan mertua Azizah Salsha itu sempat dikabarkan ambruk terjatuh hingga dilarikan ke rumah sakit.
Kabar meninggalnya ayah Pratama Arhan itu juga disampaikan oleh sahabatnya, Asnawi Mangkualam bahar melalui Instastorynya.
Asnawi memposting unggahan Pratama Arhan dengan kedua orang tuanya mengabarkan
Sutrisno, ayah sahabatnya itu telah meninggal dunia.
Dalam ucapan belasungkawa itu, Asnawi berharap agar Arhan kuat dan tabah atas kepergian ayahnya.
"Inna Lillahi Wa Inna Ilayhi Raji'un
Turut berduka cita Ho, yang kuat semoga amal ibadah bapak diterima Allah SWT," tulis Asnawi Mangkualam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pratama Arhan belum memberikan keterangan apapun terkait dengan kabar meninggalnya sang ayah tercinta.
Sosok Sutrisno
Sutrisno selama ini dikenal sebagai figur penting di balik perjalanan karier sang pemain yang berasal dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Meski bukan berasal dari keluarga pesepak bola, Sutrisno dikenal sebagai pribadi sederhana yang selalu mendorong mimpi anaknya.
Ia bekerja sebagai petani dan kerap melakukan pekerjaan serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Keterbatasan ekonomi yang dihadapi tak pernah menjadi penghalang baginya untuk memberikan dukungan penuh terhadap cita-cita Arhan.
Sejak usia dini, Arhan tumbuh dengan semangat besar berkat dukungan kedua orang tuanya, termasuk sang ibu, Mak Ti.
Tak hanya Arhan, kakaknya, Dimas Roni, juga mendapat dorongan untuk menekuni dunia sepak bola.
Lingkungan keluarga yang suportif inilah yang membentuk mental kuat Arhan hingga akhirnya menembus level profesional.
Di balik sorotan kamera, Sutrisno kerap mencuri perhatian publik lewat kesederhanaannya.
Dalam beberapa foto yang beredar di media sosial, ia tampak berswafoto bersama Arhan dengan penampilan yang tetap apa adanya.
Baik saat berada di Indonesia maupun ketika menemani sang putra ke Jepang.
Kesederhanaan Sutrisno menjadi potret nyata bahwa perubahan status sang anak tidak mengubah jati diri seorang ayah.
Sosoknya selalu dikenang sebagai orang tua yang setia berada di belakang layar, menopang langkah anaknya tanpa banyak sorotan.
Gejala Sakit Jantung
Gejala penyakit jantung bergantung pada jenis penyakit yang diderita.
Gejala penyakit jantung arteri koroner Penumpukan plak lemak di arteri atau ateorsklerosis dapat merusak pembuluh darah dan jantung.
Penumpukan ini menyebabkan pembuluh darah menyempit atau tersumbat yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, atau stroke.
Gejala penyakit arteri koroner mungkin berbeda bagi pria dan wanita.
Pria kemungkinan lebih sering mengalami nyeri dada, sedangkan wanita cenderung mempunyai tanda lain bersamaan dengan ketidaknyamanan dada seperti sesak napas, mual, dan kelelahan ekstrim.
Adapun gejala dari penyakit jantung koroner, antara lain:
- Nyeri dada, sesak napas, tekanan pada dada, dan ketidaknyamanan dada (angina)
- Mati rasa, lemas atau dingin pada kaki atau lengan jika pembuluh darah di bagian tubuh menyempit
- Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, perut bagian atas atau punggung Seseorang mungkin tidak didiagnosis penyakit arteri koroner sampai mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung.
Untuk itu, penting untuk memperhatikan gejala kardiovaskular dan mendiskusikan dengan dokter atau ahli. Penyakit kardiovaskular terkadang dapat ditemukan lebih awal dengan evaluasi rutin.
(*)
| Duka Pratama Arhan usai Sang Ayah Meninggal Dunia di Blora, Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf |
|
|---|
| Tak Bisa Antar Jenazah Ayah ke Pemakaman, Wajah Sedih Pratama Arhan saat Tiba Rumahnya di Blora |
|
|---|
| Penyebab Ayah Pratama Arhan Meninggal Diungkap Kakak Kandung, Idap Komplikasi Sudah Beberapa Tahun |
|
|---|
| Peluk Ibunda Pratama Arhan, Tangis Azizah Salsha Pecah di Blora Saat Datangi Rumah Mantan Mertua |
|
|---|
| Ucapan Duka Ibunda Azizah Salsha, Mantan Ibu Mertua Pratama Arhan: Setiap yang Bernyawa Pasti Mati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Sutrisno-ayah-pesepakbola-Pratama-Arhan-meninggal-dunia-di-Blora-Ja.jpg)