Berita Selebriti
Profil Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Asal Mesir Bantah Dugaan Pelecehan Terhadap Santri
Pendakwah asal Mesir, Syekh Ahmad Al Misry, kini muncul membantah terkait laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Syekh Ahmad Al Misry, membantah terkait laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri
- Ia merasa dizalimi oleh tudingan yang menurutnya sangat jauh dari nilai-nilai agama yang selama ini ia syiarkan.
- Namanya kian dikenal publik setelah menjadi juri dalam program kompetisi anak Hafiz Indonesia (RCTI) sejak tahun 2020.
TRIBUNSUMSEL.COM - Pendakwah asal Mesir, Syekh Ahmad Al Misry, kini muncul membantah terkait laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap sejumlah santri yang menyeret namanya.
Kasus ini mencuat setelah perwakilan korban, yang didampingi oleh tokoh agama lainnya, melaporkan sosok berinisial SAM ke Bareskrim Polri.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri.
Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis itu hingga kini telah naik ke tahap penyidikan.
Baca juga: Kronologi Ustaz Solmed Dituduh Lakukan Pelecehan Berujung Laporkan 10 Akun, Awalnya Tahu dari Teman
Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial dan laporan yang masuk ke pihak kepolisian adalah tidak benar.
Ia merasa dizalimi oleh tudingan yang menurutnya sangat jauh dari nilai-nilai agama yang selama ini ia syiarkan.
Syekh asal Mesir itu mengeklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.
"Tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya," ungkap Syekh Ahmad Al Misry, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).
Profil
Selama ini, Syekh Ahmad Al Misry dikenal sebagai penceramah yang sering tampil di televisi.
Ulama asal Kairo, Mesir ini menempuh perjalanan intelektual di Universitas Al-Azhar, Kairo, salah satu institusi pendidikan Islam paling bergengsi di dunia.
Di sana, ia mendalami bidang Syariah Islamiyah hingga meraih gelar sarjana.
Tak hanya mengandalkan gelar akademis, ia juga dikenal sebagai seorang hafiz Al-Qur'an 30 juz yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dalam disiplin Tafsir, Tajwid, dan Qira'at.
Syekh Ahmad mulai menetap di Indonesia pada tahun 2010.
Ia telah mendedikasikan lebih dari satu dekade waktunya untuk menyebarkan syiar Islam di Indonesia, bahkan kini telah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Namanya kian dikenal publik setelah menjadi juri dalam program kompetisi anak Hafiz Indonesia (RCTI) sejak tahun 2020.
Baca juga: Terseret Kasus Pelecehan, Ustaz Solmed Beri Ultimatum: Hapus Konten atau Ketemu di Jalur Hukum
Selain itu, wajahnya kerap menghiasi berbagai program religi populer seperti Damai Indonesiaku di tvOne serta Khazanah dan Jazirah Islam di Trans7, serta program Ramadan Shodaqoh Yuk! (RTV).
Salah satu keunggulan Syekh Ahmad adalah kemampuannya berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan sangat fasih meskipun berasal dari tanah Arab.
Gaya bicaranya yang santun, hangat, dan selalu mengedepankan moderasi beragama membuatnya diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Selain itu, ia menyebarkan pesan-pesan moderasi beragama melalui media sosial dan kanal YouTube pribadinya.
Syekh Ahmad Al Misry memiliki jumlah followers yang cukup banyak di media sosial.
Akun Instagram pribadinya memiliki jumlah followers lebih dari 30 ribu.
Dilaporkan Dugaan Pelecehan
Kasus yang menyeret Syekh Ahmad Al Misry mencuat setelah perwakilan korban melaporkan sosok berinisial SAM ke Bareskrim Polri pada Kamis (12/3/2026) lalu.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri.
Habib Mahdi, selaku perwakilan para korban, membeberkan kronologi serta modus operandi yang diduga digunakan pelaku.
Dalam keterangannya, Habib Mahdi mengungkapkan bahwa korban berjumlah lebih dari satu orang dan berasal dari daerah yang berbeda-beda.
Antar korban pun diklaim tidak saling mengenal satu sama lain.
Modus yang digunakan SAM, dikatakan Habib Mahdi, turut membawa-bawa nama Nabi Muhammad SAW.
"Ada satu video berdurasi sekitar 9 detik. Di sana terdengar pertanyaan, 'Syekh, kenapa demikian?'. Lalu si Syekh menjawab bahwa hal tersebut tidak apa-apa, bahkan mengklaim Nabi Muhammad SAW dengan Sayyidina Ali pun melakukan hal serupa. Ini sungguh di luar nalar," ujar Habib Mahdi mengutip dari kanal YouTube Seleb On Cam News, Kamis (23/4/2026).
Habib Mahdi mengaku terkejut saat mendengarkan isi rekaman tersebut secara utuh.
Ia menemukan adanya indikasi tindakan homoseksual yang dilakukan oleh oknum pendakwah tersebut terhadap para korbannya.
Habib Mahdi kemudian menceritakan salah satu kejadian yang dialami korban di Purbalingga.
Saat itu, korban yang masih berusia 15 tahun bertemu dengan SAM yang sedang melakukan safari dakwah dan menginap di pondok pesantren milik paman korban.
"Kebetulan bertamu di pondok pesantren pamannya si korban ya. Sebagai tamu, minta ditemenin. Setelah ditemenin ngobrol-ngobrol ditawarin, mau enggak saya berangkatin ke Mesir menjadi hafiz Alquran. Nanti kalau ke sana memiliki sanad," jelas Habib Mahdi lagi.
Korban kembali menerima perlakuan penyimpangan lainnya saat menginap di rumah SAM.
Hingga saat ini, pihak pelapor terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat laporan di Bareskrim Polri, sementara masyarakat diminta untuk tetap mengawal kasus ini hingga tuntas di ranah hukum.
Kuasa hukum korban lainnya, Wati Trisnawati, menjelaskan bahwa video tersebut merekam momen ketika terlapor pernah menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah tokoh ulama.
“Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat ya, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga," ungkap Wati.
"Kalau video itu ada kayak semacam pada saat itu ada tabayyun, jadi ada permohonan maaf dari si pelaku ini kepada tokoh-tokoh ulama,” jelasnya.
Syekh Ahmad Al Misry Bersumpah Membantah
Syekh Ahmad Al Misry alias SAM akhirnya muncul dan menanggapi tuduhan dugaan tindak pelecehan seksual menyimpang yang ia lakukan terhadap sejumlah santri.
Syekh asal Mesir itu mengeklaim dirinya memiliki bukti telah difitnah.
"Tuduhan pelecehan kepada santri, itu tidak benar adanya. Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya, sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang dan juga ada saksi-saksinya," jelasnya, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (23/4/2026).
Dia juga menyayangkan nama Nabi Muhammad SAW yang disebut dalam kasus ini.
Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut bukan hanya menyerang pribadinya, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap simbol suci agama.
"Tuduhan fitnah yang sangat kejam, yang sangat melukai hati saya dan setiap orang muslim, adalah fitnah terhadap Rasulullah SAW melakukan pelecehan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Nauzubillah," tegasnya dengan nada emosional.
Ia bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan fatwa atau pernyataan menyesatkan seperti yang dituduhkan.
"Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian. Ini adalah dusta dan fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di media sosial," tegas Syekh Ahmad.
Syekh Ahmad juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang melaporkannya serta rekan sesama dai yang ikut menyebarkan informasi tersebut tanpa melakukan klarifikasi langsung kepadanya.
Menurutnya, informasi yang beredar telah terdistorsi karena tidak adanya komunikasi dua arah.
"Orang-orang itu tidak pernah berjumpa dengan saya, berkomunikasi lewat WhatsApp pun tidak pernah. Sangat disayangkan banyak dai-dai yang menyebarluaskan fitnah ini tanpa tabayun (klarifikasi) kepada saya," sesalnya.
Menutup pernyataannya, Syekh Ahmad meminta jemaah dan seluruh kaum muslimin untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya agar tidak terjebak dalam dosa fitnah.
"Para jemaah yang dimuliakan Allah SWT, seluruh kaum muslimin muslimat, kita harus berhati-hati ketika kita menyampaikan suatu informasi," pungkasnya.
(*)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Terpukulnya Cinta Kuya usai Uya Kuya sang Ayah Difitnah Miliki 750 Dapur MBG: Pa, Ini Apa Lagi? |
|
|---|
| Sidang Vonis Ammar Zoni Digelar Hari Ini, Pilih Pasrah & Banyak Berdoa Tak Kembali ke Nusa Kambangan |
|
|---|
| Lelah Dituduh Ambil Peran Ibu Kandung, Nurah Ogah Ambil Pusing Komentar Netizen: Mau Hidup Tenang |
|
|---|
| Gugatan Rp7 Miliar Gugur, Denada Menangkan Sidang Dugaan Penelantaran Ressa Rossano di PN Banyuwangi |
|
|---|
| Tak Ingin Ikut Campur Ide Pernikahan, Ahmad Dhani Justru Siapkan Acara Ngunduh Mantu untuk El-Syifa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/endakwah-asal-Mesir-Syekh-Ahmad-Al-Misry-kini-muncul-membantah-terkait-laporan-dugaan-pelecehan.jpg)