Kunci Jawaban

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Essay Halaman 261 Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Essay Halaman 261 Kurikulum Merdeka. Buku ditulis Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati, KemendikbudRistek 2021.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
KUNCI JAWABAN - Grafis ilustrasi Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Halaman 261. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Edisi 1 ditulis Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati. (KemendikbudRistek 2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 10 disajikan pada artikel berikut yang bisa dijadikan referensi atau pembanding setelah siswa mengerjakan tugas dari Bapak/Ibu guru atau belajar mandiri. 

Kunci jawaban Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas 10 disajikan  pada artikel berikut yang bisa dijadikan referensi atau pembanding setelah siswa mengerjakan tugas dari Bapak/Ibu guru atau belajar mandiri. 

Kunci jawaban PAI Kelas 10 berikut untuk soal pada pada Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Edisi 1 ditulis Ahmad Taufik, Nurwastuti Setyowati.

Buku diterbitkan Penerbit  Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (KemendikbudRistek) Tahun 2021. 

Pada halaman 261 memuat soal 5 soal essay Penilaian Pengetahuan Bab 9: Menerapkan al-Kulliyatu al-Khamsah dalam Kehidupan Sehari-hari.

Pada artikel kali ini Tribunsumsel.com menyajikan kunci jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Essay Halaman 261 Kurikulum Merdeka. Jawaban diolah dari buku panduan guru dan channel YouTube Media Pembelajaran diakses Selasa, 2 Juni 2026. 

_____________

Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Essay Halaman 261

Penilaian Pengetahuan

b. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan tepat!

1. Perhatikan narasi berikut ini!

Tujuan disyariatkannya hukum Islam (maqashid al-syariah) adalah terwujudnya kemaslahatan kehidupan manusia, mewujudkan kebaikan, menghindarkan kesulitan, dan menolak mudarat.
Jelaskan dampak negatif jika maqashid al-syari'ah tidak terwujud!

Kunci Jawaban:

Dampak negatif jika maqashid al-syari'ah tidak terwujud:
- Munculnya ketimpangan dalam kehidupan beragama
- Kekacauan kehidupan sosial bermasyarakat
- Dilanda rasa gelisah dan khawatir
- Muncul ketidakadilan dan konflik sosial


2. Aspek hukum yang terkait dengan muamalah dikembangkan oleh para mujtahid dan mengaitkannya dengan maqashid al-syariah. Prinsip-prinsip itulah yang dikenal dengan al-kulliyatu al-khamsah. Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam dapat dilakukan dengan dua cara. Sebutkan dan jelaskan!

Kunci Jawaban:

Cara menjaga lima prinsip dasar hukum Islam dapat dilakukan dengan dua cara:

a) min nahiyati al-wujud, yaitu dengan cara memelihara dan menjaga sesuatu yang dapat mempertahankan keberadaannya.

b) min nahiyati al-'adam, yaitu dengan cara mencegah sesuatu yang menyebabkan ketiadaannya.


3. Urutan dan stratifikasi al-kulliyatu al-khamsah merupakan hasil ijtihad para ulama. Artinya urutan al-kulliyatu al-khamsah disusun berdasarkan pemahaman para mujtahid terhadap dalil Al-Qur'an dan hadis. Jelaskan urutan yang paling banyak disepakati oleh mayoritas ulama fikih maupun ushul fiqih!

Kunci Jawaban:

Urutan al-kulliyatu al-khamsah yang paling banyak disepakati oleh mayoritas ulama
fikih maupun ushul fikih adalah:

1) al-din (agama)
2) al-nafs (jiwa)
3) al-'aql (akal)
4) al-nasl (keturunan)
5) al-mal Charta)


4. Agama menjadi satu-satunya alasan Allah Swt. menciptakan alam semesta beserta isinya. Agama juga merupakan inti sari kehidupan yang sedang berjalan di alam ini. Mengapa hifzhu al-din lebih diutamakan daripada lainnya?

Kunci Jawaban:

Alur logika mengapa hifzhu al-din lebih diutamakan daripada lainnya adalah sebagai berikut: kehidupan akhirat adalah kehidupan yang abadi, lebih utama dari kehidupan dunia. Untuk apa hidup sejahtera, memiliki keturunan yang banyak dan baik, hidup serba kecukupan kalau akhirnya masuk ke neraka.

5. Perhatikan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Maidah/5: 32 berikut ini!

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَانَمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ 
Jelaskan kaitan ayat tersebut dengan hifzhu al-nafs!

Kunci Jawaban:

Ayat di atas berisi larangan membunuh (menghilangkan nyawa orang lain). Setelah menjaga agama Chifzhu al-din), kewajiban selanjutnya adalah menjaga jiwa Chifzhu al-nafs) atau keberlangsungan hidup manusia. Islam memberi peringatan yang sangat tegas terhadap semua perbuatan yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. 

===

*) Disclaimer:
Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Demikian Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Essay Halaman 261 Kurikulum Merdeka.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 119 122, Biografi Ki Hadjar Dewantara

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Bab 7 Halaman 232, Essay Penilaian Pengetahuan

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved