Berita Pelindo

Pelindo Regional 2 Palembang Dukung Ekspor Perdana Turunan Kelapa Sumsel

General Manager Pelindo Regional 2 Palembang yang diwakilkan oleh Manager Komersial, Darmawi mengatakan pelepasan ekspor turunan kelapa

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi
 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana Produk Turunan Kelapa dan Lada Hitam yang dilaksanakan di Dermaga PTP Non Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Palembang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana Produk Turunan Kelapa dan Lada Hitam yang dilaksanakan di Dermaga PTP Non Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, Kepala Badan Karantina Indonesia yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Sumatera Utara, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Ketua HIPMI Sumatera Selatan dan General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Sumsel, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Kepala Kanwil Bea dan Cukai, Kepala BKHIT Sumsel,  KSOP Kelas I Palembang, LANAL Palembang, Asosiasi Kepelabuhanan, Branch Manager PT PTP Cabang Palembang, Manager Area PT IPC TPK Area Palembang, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Tokoh Kewirausahaan serta Kepala OPD di Sumatera Selatan. 

General Manager Pelindo Regional 2 Palembang yang diwakilkan oleh Manager Komersial, Darmawi mengatakan pelepasan ekspor turunan kelapa dan lada hitam menjadi momentum strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil produk olahan kelapa yang kompetitif di pasar global. 

"Adapun produk yang diekspor meliputi berbagai turunan kelapa seperti arang dari tempurung kelapa (coconut shell  charcoal) sebanyak 46 Ton ke China, coconut chips sebanyak 25 ton dan lada hitam sebanyak 500 kg dan olahan kerupuk sebanyak 21 ton ke Taiwan serta daging kelapa yang diparut (dessicated coconut ) sebanyak 3 ton ke Prancis," ujarnya.

Selain itu, kegiatan ekspor ini juga mencatat nilai ekonomi yang signifikan dengan total nilai mencapai sekitar Rp1,6 miliar, mencerminkan peningkatan daya saing produk lokal serta kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar pasar global.

Baca juga: Pelindo Regional 2 Palembang Tutup Posko Angkutan Laut Lebaran 1447 Hijriah

Sebagai operator pelabuhan, Pelindo Regional 2 Palembang berperan aktif dalam memastikan kelancaran arus logistik ekspor melalui penyediaan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi, efisien, dan andal.

Dukungan ini meliputi fasilitas bongkar muat, pengelolaan terminal, serta konektivitas logistik yang mendukung proses distribusi barang hingga ke pasar internasional.

menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder terkait dalam membangun ekosistem ekspor yang kuat dan berkelanjutan.

“Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah melalui layanan pelabuhan yang prima, guna memastikan setiap produk dapat dikirim dengan tepat waktu dan tetap menjaga kualitasnya hingga ke negara tujuan,” ujar Darmawi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ekspor produk turunan kelapa Sumatera Selatan dapat terus berkembang, membuka peluang pasar yang lebih luas, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Baca berita lainnya di google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved