Perampokan di 15 Ilir Palembang

Suami Tewas Digorok Bandit Bertopeng di Palembang, Sang Istri Selamat Dari Maut Usai Diserang

Ia langsung menodongkan senjata tajam dan mengancam akan membunuh Farina jika tidak menyerahkan uang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: andyka wijaya | Editor: Slamet Teguh
Polrestabes Palembang
OLAH TKP - Polisi Saat Melakukan Olah TKP di Lokasi Kejadian, Selasa (25/11/2025). Suami Tewas Digorok Bandit Bertopeng di Palembang, Sang Istri Selamat Dari Maut Usai Diserang 
Ringkasan Berita:
  • Pasutri pedagang kemplang di Palembang, menjadi korban perampokan brutal yang menewaskan Darma Kusuma dan melukai istrinya, Yeni Suwandi.
  • Pelaku bertopeng mengeksekusi Darma, melukai Yeni.
  • Polisi menemukan palu dan jejak kaki berdarah di TKP, sementara ciri-ciri pelaku sudah dipegang dan kini sedang diburu.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Sebuah malam mencekam menyelimuti Jalan Pengadilan, Palembang. Aksi perampokan brutal pada Selasa (25/11/2025) malam menewaskan pedagang kemplang dan kerupuk, Darma Kusuma (52), dan membuat istrinya, Yeni Suwandi (40), berjuang antara hidup dan mati di RS Charitas.

Darma ditemukan dalam kondisi mengenaskan: tertelungkup bersimbah darah di garasi ruko dengan luka sayatan parah di leher dan punggung. Diduga kuat, ia adalah korban pertama yang dieksekusi oleh pelaku tunggal bertopeng.

Kronologi Mencekam: Teriakan di Keheningan Malam

Tragedi ini terkuak saat Yeni Suwandi baru saja kembali dari rumah tetangga, saksi Farina. Nahas, begitu memasuki rumah, Yeni diduga disambut horor perampokan yang sudah terjadi.

Keheningan malam seketika pecah oleh teriakan minta tolong Yeni. Farina yang mendengar teriakan itu berlari keluar dan terkejut mendapati Yeni sudah terluka parah di leher sambil dikejar oleh seorang pria.

Pelaku Berani Todong dan Gasak Rp 3 Juta

Saat bertemu Farina, pelaku yang mengenakan masker hitam tidak gentar.

Ia langsung menodongkan senjata tajam dan mengancam akan membunuh Farina jika tidak menyerahkan uang.

Dalam ketakutan, Farina terpaksa menyerahkan dompetnya berisi Rp 3 juta.

Setelah menggeledah lantai atas rumah korban, pelaku bergegas pergi.

Momen kritis itu dimanfaatkan Farina dan keluarga korban untuk mengunci diri, sementara Susanto, pihak keluarga lain, tiba di lokasi dan segera mengevakuasi Yeni ke rumah sakit.

Baca juga: 6 Fakta Pasutri di Palembang Dirampok, Suami Tewas Digorok di Garasi, Istri Jalani Operasi di Leher

Baca juga: Kronologi Pasutri di Palembang Dirampok, Sang Suami Tewas Digorok di Garasi, Pelaku Hanya 1 Orang

Barang Bukti Palu dan Jejak Kaki Berdarah

Petugas gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel yang tiba di TKP langsung melakukan olah tempat kejadian. Selain mengamankan pakaian korban yang berlumuran darah dan ponsel korban, polisi menemukan:

Sebuah palu (pemukul besi) di lokasi kejadian.

Jejak kaki pelaku yang jelas tercetak karena menginjak darah korban.

Korban Yeni yang kini berangsur membaik, meski masih trauma, sempat memberikan ciri-ciri pelaku: berbadan tinggi, gempal, dan diperkirakan berusia sekitar 36 tahun.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, menegaskan bahwa terduga pelaku sementara satu orang dan kini menjadi target utama pengejaran.

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Modusnya diduga kuat adalah pencurian disertai kekerasan," tegas AKBP Andrie. Keluarga korban berharap pelaku cepat tertangkap dan dihukum setimpal.

Herman Deru Minta Aktifkan Siskamling

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengatakan bahwa masalah keamanan di provinsi Sumsel harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya Aparat Penegak Hukum (APH) atau aparat kepolisian saja.

Hal ini dikatakan Herman Deru menyikapi maraknya tindak pidana yang baru-baru ini terjadi di Kota Palembang, yaitu pembunuhan sopir truk asal Lampung oleh terduga pelaku pemalakan di Simpang Macan Lindungan, serta perampokan disertai pembunuhan terhadap pasangan suami istri di kawasan pertokoan 15 Ilir.

"(Palembang tidak aman) Ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama. Baru saja kemarin kita dengar ada sopir dari daerah lain (Lampung) di Macan Lindungan, ini berarti sengaja. Dan ini akan kita bicarakan dengan APH, pihak kepolisian," kata Herman Deru, seusai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Sumsel, Rabu (26/11/2025).

Dijelaskan orang nomor satu di Sumsel tersebut, meskipun tugas utama dalam memberikan keamanan dan kenyamanan adalah pihak kepolisian, masyarakat juga bisa turut serta membantu.

Salah satunya adalah dengan kembali mengaktifkan pos Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang ada di perkampungan masyarakat. Sistem ini memungkinkan masyarakat terlibat langsung melakukan pengamanan di wilayahnya.

"Polisi sebagai pihak keamanan dan masyarakat juga [harus terlibat]. Sehingga sistem poskamling itu, suka tidak suka, memang harus kita jalankan," pungkasnya.

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved