SPMB 2026

Pemprov Sumsel Lantik 43 Kepala SMA/SMK Baru di Tengah SPMB 2026

Ia menyebut pelantikan ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan mutu pendidikan di Sumsel.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
PELANTIKAN - Foto bersama usai Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemprov Sumsel Oleh Sekertaris Daerah Provinsi Sumsel Edward Candra di Gedung Serbaguna UPTD BPPK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Senin (8/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melantik 59 pejabat, terdiri dari 43 kepala sekolah dan 16 pejabat fungsional lainnya, di tengah pelaksanaan SPMB 2026 tingkat SMA dan SMK.
  • Sekda Sumsel, Edward Candra, menyebut pelantikan tersebut merupakan hasil evaluasi kinerja, mutasi, rotasi, dan promosi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumsel.
  • Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Monday, memastikan proses SPMB berjalan lancar dan tahap kedua akan dimulai pada 15 Juni 2026.

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Di tengah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumsel melakukan mutasi, rotasi, dan promosi jabatan kepala sekolah serta pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sumsel.

Sebanyak 43 kepala sekolah resmi dilantik bersama pejabat fungsional lainnya di Lingkungan Pemprov Sumsel yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, di Gedung Serbaguna UPTD BPPK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. 

"Total ada 59 orang yang dilantik hari ini, yaitu 43 kepala sekolah, 3 fungsional administrasi kesehatan, 12 fungsional pengadaan barang dan jasa, serta 1 fungsional peneliti ahli utama,” kata dward Candra usai pelantikan, Senin (8/6/2026). 

Edward menegaskan bahwa para kepala sekolah yang dilantik merupakan hasil evaluasi kinerja, baik dari pejabat yang sebelumnya menjabat maupun hasil promosi jabatan.

Ia menyebut pelantikan ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan mutu pendidikan di Sumsel.

"Ini tugas yang sangat mulia, tetapi juga berat. Kepala sekolah bukan hanya pimpinan administrasi, tetapi harus mampu menghasilkan output pendidikan yang terukur, baik prestasi akademik, pembinaan mental spiritual, maupun etika siswa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kepala sekolah harus menjadi figur teladan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru.

Seluruh pejabat yang dilantik diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel di bidang pendidikan.

Baca juga: Jadwal Daftar Ulang SPMB SMA Sumsel 2026: Cek Dokumen dan Syarat yang Perlu Disiapkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Monday menyampaikan bahwa pelantikan ini mencakup mutasi, rotasi, dan promosi yang telah melalui prosedur sesuai aturan, termasuk Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang pengangkatan kepala sekolah serta rekomendasi dari aplikasi KSPS.

"Prosesnya sudah sesuai prosedur. Jika ada kekurangan dokumen dalam sistem, maka harus dilengkapi terlebih dahulu sebelum pelantikan dapat dilakukan. Untuk itu baru bisa dilakukan hari pelantikannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan SPMB tahap I telah selesai dan diumumkan pada 6 Juni 2026, sementara tahap II akan dimulai pada 15 Juni 2026.

Hingga saat ini, pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan belum terdapat pengaduan berarti, meski tetap disediakan kanal layanan pengaduan bagi masyarakat.

Menurutnya, salah satu kendala yang masih sering muncul adalah pemahaman orang tua terkait sistem domisili dalam penerimaan siswa baru, yang tidak hanya berdasarkan jarak, tetapi juga mempertimbangkan nilai siswa.

Di sisi lain, salah satu kepala sekolah yang baru dilantik, Rozali yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 10 menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 17 menyampaikan rasa syukur dan siap mengemban amanah baru di SMA Negeri 17 Palembang.

“Alhamdulillah, ini merupakan amanah dan tantangan bagi kami. Kami akan mempelajari kondisi di lapangan terlebih dahulu dan menyusun program kerja sesuai kebutuhan sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahap kedua di SMA Negeri 17 Palembang akan menggunakan jalur tes TKA yang berlangsung pada 15–18 Juni 2026, dilanjutkan dengan tes potensi akademik pada 23 Juni 2026. Sekolah tersebut memiliki kuota 360 siswa dengan 10 kelas, masing-masing berisi 36 siswa, dan 50 persen penerimaan melalui jalur TKA.
 

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam salruan whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved